Sunday, 21 July 2019

Nggak Usah Mikirin Buah Jatuh!

Sabtu, 13 Juli 2019 — 6:29 WIB
anak

ADA pepatah buah jatuh nggak jauh dari pohonnya. Artinya, bawa kelakuan dan sifat anak tak beda dari ayah dan ibunya. Bahkan punya jarak yang sangat jauh dalam hal kemiripan ini, misalnya dari leluhurnya pasti akan ada kemiripan dengan orang tuanya.

Jadi kalau bapak sebagai orang terdidik, anaknya bakalan ikutan. Sebagai contoh, satu keluarga bapak, ibu dan anaknya sebagai guru? Ada juga keluarga dokter, dan buka praktek sama-sama?

Hemm, kalau yang begitu bagus. Tapi  celaka kalau  orang tuanya nggak baik, jahat misalnya, anaknya ikutan jadi penjahat. “Bapak gue aja maling, nah gue turunannya, ya ikutan dong jadi maling dong?” kata sang anak.

Ada juga satu keturunan, kakak adik jadi pejabat, eh begitu korupsi kok bareng-bareng.  Ya, KPK nggak tinggal diamlah. Mereka terpaksa  sama-sama  jadi penghuni penjara?

Tapi, ada yang beda, orang tuanya hanya sebagai penjual mainan keliling, buruh lepas, ibunya jadi tukang cuci pakaian tetangga, tetapi anaknya bisa  sekolah tinggi. Yakinlah, ini anak nasibnya bakalan beda dengan orang tuanya. Betul?

Ada juga kebalikan, orang tua kaya raya, selebritis, eh anaknya  ‘tukang’ teler mengkonsumi narkoba. Betul?

Begitulah nasib para keturunan. Bersyukur jika orang tuanya yang baik-baik,tinggal menjaga dan meneruskan kebaikkannya. Tapi, bagi yang orang tuanya nggak baik, ya harus berjuang. Bahwa manusia sangat bisa berubah dan mengubah dirinya sendiri. Naggak usah ngiri dengan kelakuan miring orang tuanya.

Mau ikut pekerjaan orang tuanya? Eh, emang boleh? Ya, bolehlah. Yang nggak boleh kalau bapak Ente, jadi maling. Apalagi koruptor?  Jangan ditiru, deh!  – (massoes)