Monday, 15 July 2019

Tunggu Ijin OJK, AirAsia Kembangkan Usaha   Fintech

Sabtu, 13 Juli 2019 — 2:45 WIB
wpid-2019-07-13-02.40.46.jpg

JAKARTA – AirAsia Group mengembangkan bidang usahanya tidak hanya ke maskapai penerbangan tetapi juga mulai melirik
potensi bisnis berbasis finansial technologi (fintech).

Deputy Group CEO Airline Bussines Bo Lingam , dan Head Communication AirAsia Audrey Progastama Petriny kepada wartawan menerangkan pihaknya tidak hanya berbisnis ke penerbangan saja tetapi kini akan merambah menjadi perusahaan aplikasi berbasis finansial teknologi.

“Ini sebagai inovasi korporas yang kini dikembangkan. Untuk penerbangan nantinya hanya akan menjadi salah satu usaha yang dijalankan oleh Air Asia Group, “ ungkap Audrey Progastama Petriny.

Sedangkan di Indonesia perusahaan fintech sendiri sedang menunggu perizinan dari OJK sebagai pemegang otoritas.

Lebih lanjut dijelaskannya, AirAsia
akan mengembangkan bisnisnya dalam tiga bagian. Pertama lifestyle, dengan mengunggulkan aplikasi AirAsia.com yang akan menawarkan banyak pilihan fitur sesuai kebiasaan konsumen.

Kedua bisnis logistik atau kargo, yang masih bisa dimanfaatkan melalu jasa transportasi dengan 200 pesawat yang dimilikinya.

Yang ketiga adalah aplikasi fintech sendiri yang bernaung dalam “Big Pay” atau dompet elektronik yang bisa digunakan untuk sistem pembayaran diseluruh ASEAN pada tempat-tempat yang telah bekerjasama dengan perusahaannya.

Dengan bisnis baru yang akan ditawarkan ini, nantinya setiap transaksi otomatis tanpa harus menggunakan uang cash atau harus ke agen penukaran uang seperti halnya perusahaan berbasis digital, seperti Tokopedia, Go-Jek, Dana dan Traveloka.

Adapun keunggulan dompet elektronik Big Pay, yakni Charge dengan memakai kartu kredit atau ke agen penukaran uang bisa dipastikan akan lebih rendah dari kartu kredit lainnya. “Pokoknya di bawah satu persenan,” terang Audrey.

Dengan adanya bidang usaha baru tersebut nantinya AirAsia tetap bisa menjual tiket pesawat dengan harga murah dibanding pesawat lain karena akan ada subsidi silang.

Ditambahkan AirAsia telah memiliki 500 juta data pelanggan sebagai modal sehingga akan menjadi perusahaan digital terbesar karena sudah memiliki pelanggan tetap.

Selain itu Air Asian ingin memfasilitasi pelanggannya agar mampu menjual produk ke luar negeri melalui jalur e-commerce dan akan memberikan pinjaman lunak kepada individu atau pelaku usaha pemula.

Air Asia juga sudah mengadakan kerjasama dengan Oracle ERP Cloud, sebuah perusahaan penyedia layanan otomatisasi infrastruktur digital sebagai penyedia platform keuangan.

Saat ini lebih dari 6.000 pelanggan lintas geografi dan industri menggunakan Oracle ERP Cloud yang telah terintegrasi dengan sistem bisnis AirAsia yang ada sehingga dapat memberikan maskapai satu sumber yang benar di seluruh fungsi keuangan. (dwi/win)