Saturday, 17 August 2019

Warung Sunda Imah Abah Sediakan Penganan Khas Jawa Barat

Sabtu, 13 Juli 2019 — 15:54 WIB
Kuliner di Warung Sunda Imah Abah. (sule)

Kuliner di Warung Sunda Imah Abah. (sule)

SUKABUMI – Bicara kuliner di Kota Sukabumi, Jawa Barat seolah tidak ada hentinya.  Mulai makanan khas hingga makanan modern yang disajikan secara apik di sebuah cafe di sudut kota yang di bawah kaki Gunung Gede Pangrango.

Tapi ada yang berbeda dari sekian penyajian kuliner di Warung Sunda Imah Abah.  Di tempat ini, kuliner yang disajikan merupakan panganan khas sunda yang turun temurun. Dari mulai penyajian dan nuansa cafenya pun seolah kita berada di kampung Sunda pada tahun 70-an. Mungkin nenek atau uyut kita yang merasakan nuansa ini pada zamannya.

Warung Imah Abah yang terletak di Jalan Cimandiri, Kota Paris ini, selalu terlihat asap mengepul yang keluar dari tungku untuk sekedar memasak olahan untuk disajikan, seperti kopi sangray, ataupun untuk membakar ubi hingga jadi bubuy sampeu dan bahan lainnya untuk di bakar.

Selain makanan khas yang disajikan yaitu “bubuy sampeu”, Imah Abah pun menyajikan makanan Sunda lainnya, seperti pisang kukus, pukis, bugis, papais, cuhcur, burayot, tape bakar atau lebih dikenal dengan colenak, serta makanan ringan lainnya seperti opak, enye, rengginang, hingga kerupuk kulit disajikan untuk menemani minum wedang jahe, bajigur dan bandrek.

Makanan khas Sunda ini ternyata sudah banyak digemari kaum muda milenial, karena tidak harus merogoh kocek yang banyak.

“Cukup kami tawarkan harga sangat murah,” ungkap Abah Kiki, pemilik sekaligus pengelola warung sunda Imah Abah, Sabtu (13/7/2019).

Untuk tempat sendiri, Imah Abah memberikan nuansa Sunda, seperti talupuh atau tempat untuk duduknya orang Sunda.  Diiringi musik Sunda seperti kacapi suling, ditambah api yanag terus menyala di tungku dapur untuk sekedar menghangatkan suasana kongkow para tamu warung tersebut.

“Meskipun usaha Warung Imah Abah ini cukup baru di buka banyak warga menyukainya. Dengan menu berbagai jajanan khas Sunda banyak warga Sukabumi menjadikan Warung Imah Abah sebagai tempat terfavorit kuliner,” ujar Kiki.

Mengenai nama Imah Abah, Kiki menjelaskan, Imah itu adalah rumah, sedangkan Abah itu merupakan tetua atau orang yang dituakan dalam Adat Sunda. Sementara untuk jam operasional, Warung Imah Abah ini  mulai buka pada pukul 09.00 WIB  hingga larut malam pada pukul 00.00 WIB. (sule/mb)