Tuesday, 20 August 2019

Aljazair ke Final Piala Afrika, Belmadi Serukan Pelatih Lokal

Senin, 15 Juli 2019 — 23:56 WIB
Pelatih Aljazair, Djamel Belmadi (reuters)

Pelatih Aljazair, Djamel Belmadi (reuters)

AFRIKA – Pelatih Aljazair, Djamel Belmadi, menyerukan kepada negara-negara se-Afrika untuk menaruh kepercayaan kepada para pelatih lokal. Menurutnya, Benua Hitam tersebut memiliki sejumlah pelatih lokal berkualitas yang tidak kalah jika dibandingkan dengan para pelatih yang didatangkan dari luar negeri.

Hal itu ia ungkapkan, merujuk pada pertemuan antara Aljazair dengan Senegal pada partai final Piala Afrika tahun ini. Kedua tim sama-sama diasuh oleh pelatih lokal. .

“Final Piala Afrika tahun ini menjadi sebuah pesan penting bagi negara-negara di Afrika. Saya harap para pengambil keputusan, bisa lebih memikirkan untuk menaruh kepercayaan kepada para pelatih lokal kita. Saya pikir ada banyak pelatih lokal yang berkualitas di Afrika. Mereka bahkan cukup selevel dengan pelatih-pelatih dari luar Afrika,” kata Belmadi dikutip laman resmi FAC.

Ia bahkan mengaku sudah sangat mengenal kualitas Aliou Cisse yang kini menukangi Senegal. Keduanya sudah sering berhadapan satu sama lain ketika masih bermain di Prancis. Belmadi mengatakan, satu-satunya perbedaan di antara mereka berdua adalah soal durasi melatih Timnas masing-masing. Cisse sudah empat tahun memoles Senegal, sementara Belmadi baru satu tahun menangani Aljazair.

“Memainkan final ini melawan Senegal, melawan sahabat saya, adalah menakjubkan.” ungkapnya, mengenai pertemuannya dengan Cisse di partai final.

Belmadi sukses membawa Aljazair ke partai final setelah mengalahkan Nigeria 2-1 di Stadion Internasional Kairo, Senin (15/7) dinihari WIB. Dua gol penentu kemenangan tim berjuluk El Khadra tersebut dicetak William Troost-Ekong (bunuh diri, 40″ dan Riyad Mahrez (90″). Sementara Nigeria hanya bisa memperkecil kekalahan, lewat aksi Odion Ighalo (penalti, 72″).

“Kami sudah tahu bahwa laga ini akan menjadi pertandingan yang berat karena kualitas lawan dan karena pertandingan berat yang kami lalui melawan Pantai Gading,” kata Belmadi, usia laga.

Sedangkan Senegal harus susah payah lolos ke partai final setelah harus memainkan babak tambahan waktu untuk bisa mengalahkan Tunisia 1-0, lewat gol Dylan Bronn (101″) di Stadion 30 June Air Defence, Senin (15/7/2019) dinihari WIB. Usai laga, Cisse mengaku timnya layak melaju ke final.

“Ini menjadi malam yang sangat panjang buat kami. Saya pikir kami layak untuk berada di sini (partai final red) setelah apa yang kami lakukan pada malam ini. Sekarang kami hanya membutuhkan istirahat yang cukup sebelum memainkan partai final,” ujarnya, usai laga.

Dengan hasil itu, Tunisia kembali gagal menjuarai Piala Afrika untuk kedua kalinya sejak 2004 silam. Sementara Nigeria harus memupuskan harapan mereka untuk merebut gelar untuk keempat kalinya sejak 1980, 1994, dan 2013.

Kedua tim masih akan bertarung untuk memperebnutkan gelar juara ketiga Piala Afrika dalam duel yang akan digelar di Stadion Al Salam, Kamis (18/7), 02:00 WIB. Sedangkan partai final Piala Afrika 2019, antara Aljazair kontra Senegal akan berlangsung Stadion Internasional Kairo, Sabtu (20/7), 02:00 WIB. (junius/yp)