Tuesday, 20 August 2019

Tertabraknya Container Crane oleh Kapal Asing Rugikan Rp 60 miliar

Senin, 15 Juli 2019 — 22:11 WIB
Craine amburk usai ditabrak kapal  di Tanjung Emas Semarang. (ist)

Craine amburk usai ditabrak kapal di Tanjung Emas Semarang. (ist)

JAKARTA   – Direktur Utama Pelindo III Doso Agung menjamin pelayanan operasional bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, berjalan lancar pasca tertabraknya satu unit container crane (CC) atau derek peti kemas oleh kapal MV. Soul of Luck, pada hari Minggu (17/4) petang kemarin.

Menurut  Doso, ada dua tahap yang akan dilakukan untuk menormalkan kembali operasional di TPKS yaitu pertama proses evakuasi CC 03 butuh waktu 4-5 hari, namun memastikan semua layanan jadwal tambat kapal internasional (windows schedule) tidak ada yang pindah hari, hanya bergeser jam saja.

(Baca: Craine Ambruk Ditabrak Kapal di Terminal Peti Kemas Semarang)

Tahap kedua yaitu memindahkan CC 08 dari dermaga utara ke dermaga selatan membutuhkan waktu kira-kira dua  sehingga jadwal jadwal pelayanan kapal petikemas internasional dan domestik di TPKS akan beroperasi normal seperti sedia kala.

Selain itu,   akan dilakukan penambahan peralatan, sebalum CC pengganti tiba apabila terjadi penurunan kinerja pada terminal domestik.

Ketika ditanya berapa kerugian yang dialami, Doso Agung menyebutkan secara keseluruhan bisa mencapai Rp 60 miliar. “Namun, ini baru perkiraan awal kami masih menghitungnya kemungkinan lebih,” terang Dirut.

Sementara itu,  Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Emas, Ahmad Wahid, meluruskan tentang maksud dari keterlibatan kapal pandu dan kapal tunda milik anak usaha Pelindo III, Pelindo Marine Service.

“Keberadaan kapal pandu dan kapal tunda dalam setiap proses penyandaran kapal ke dermaga merupakan hal yang wajib dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di pelabuhan. merupakan prosedur yang benar,” ujarnya.

Ahmad Wahid juga mengungkapkan berdasarkan analisa awal dan mendengar pengakuan saksi-saksi mata, kemungkinan besar adalah karena gagal berfungsinya mesin kapal MV. Soul of Luck untuk melambatkan laju kapal, ketika bermanuver di kolam pelabuhan sehingga tetap melaju menabrak dermaga dan CC.

Kendati demikian semua pihak harus menunggu hasil investigasi dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab dari insiden di TPKS.

“Dua kapal tunda yang mencoba membantunya saat itu gagal memperlambat karena jarak dengan dermaga sudah terlampau dekat, sehingga benturan dengan crane tidak dapat dihindari.

“Ini murni kecelakaan, tidak ada kesengajaan dan kelalaian,” katanya.

Hal positif juga diungkapkan oleh Ketua DPC INSA Semarang Ridwan, pihaknya mengapresiasi respon cepat dan kompak dari KSOP dan Pelindo III untuk mengatasi insiden tersebut.

“Hanya butuh 3 jam untuk kembali beroperasi normal atau sekitar setengah sembilan malam sudah dikerjakan lagi. Ketika insiden terjadi juga ada kapal anggota kami lainnya yang sedang bongkar muat. Semua akhirnya lancar,” jelasnya. (dwi/win)