Friday, 20 September 2019

Destinasi Kota Tua Harus Ditingkatkan, Syaratnya…

Selasa, 16 Juli 2019 — 19:33 WIB
Kepala UPK Kota Tua DKI Jakarta Norviadi Setio Husodo, di Yogyakarta

Kepala UPK Kota Tua DKI Jakarta Norviadi Setio Husodo, di Yogyakarta

YOGYAKARTA – Ketua Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Norviadi Setio Husodo mengungkapkan salah satu tantangan dalam mengembangkan destinasi wisata di kawasan Kota Tua adalah aksesibilitas.

Alasannya, kawasan Kota Tua tidak hanya berfokus di Taman Fatahillah saja, tetapi juga mencakup tiga lokasi lainnya, yakni kawasan pecinan Glodok, kampung Arab Pekojan dan kawasan pelabuhan Sunda Kelapa. Untuk memudahkan akses pengunjung dari satu lokasi ke lokasi lain, maka dibutuhkan transportasi yang memadai.

“Kita perlu transportasi yang menghubungkan antara taman kota Fatahilah dengan yang lain seperti pecinan. Kita butuh transportasi yang terkoneksi dengan Pekojan, dan Sunda Kelapa. Tetapi selain itu ada juga yang komuterline sebagai penghubung kepada empat sub kawasan tersebut,” ujar Norviadi dalam media gathering di Yogyakarta, Senin (15/7/2019) malam.

Namun menurutnya, untuk memastikan aksesibilitas di kawasan Kota Tua terjamin, perlu bekerjasama dengan pihak terkait lain. Salah satunya ialah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

“Mungkin ada kajian-kajian aspek lalu lintas dari Dishub untuk menilai kendaraan mana yang cocok untuk menghubungkan itu. Kalau bis Transjakarta yang besar pasti ga masuk kesana. Daya dukung tanahnya ga kuat, kegedean, dan beloknya susah,” jelas Norviadi.

“(Tetapi soal hal tersebut) Sudah ada kajian dengan Pemprov DKI terkait hal tersebut. Langkah nya juga ada. Kalau untuk realisasi pasti butuh proses,” lanjutnya.

Kawasan Kota Tua merupakan destinasi unggulan DKI Jakarta. Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta, Hamid Ponco Wibowo, menilai, Pemprov DKI dapat belajar dari Yogyakarta untuk memajukan destinasi wisata Kota Tua selayaknya Malioboro. Menurutnya, salah satu cara meningkatkan kualitas Kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata ialah dengan membenahi aksesiblitas di sana.

“Jika ingin meningkatkan pendapatan daerah, serta menambah devisa negara, maka kawasan pariwisata harus memerhatikan masalah aksesibilitas, khsusnya transportasi. Kita berharap Pemprov DKI bisa menyelesaikan hal tersebut,” kata Hamid.

Menurutnya, jika kawasan Kota Tua sudah dibenahi dengan baik, maka bisa menjadi wajah baru dari destinasi wisata di Jakarta. Adapun kawasan Kota Tua mencakup Taman Fatahillah, kawasan Kampung Pecinan, Glodok, Kawasan Kampung Arab, Pekojan, dan Kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa.

“Kalau keempat lokasi ini dikembangkan, bisa menjadi wajah baru. Kita bisa belajar bagaimana Malioboro menciptakan branding bagus dan bisa menarik wisatawan untuk berkunjung kembali ke sana (kawasan Kota Tua),” serunya. (firda)