Tuesday, 20 August 2019

Dicari Sahabat Sejati

Selasa, 16 Juli 2019 — 7:07 WIB
SENTILAN-PAK-SUS

‘Assalamualaikum wr.wb. Alhamdulillah, sudah Selasa lagi. Apa kabar, semoga sehat walafiat’, sapa seorang sahabat melaui WhatsApp. Sahabat Bang Jalil yang satu ini memang nggak pernah putus menyampaikan kabar. Kabar baik atau pun kabar buruk. Dalam suka atau pun duka, sehat atau pun sakit.

Itu yang disebut kawan sejati. Nggak pernah meninggalkan apalagi melupakan. Senang susah selalu dijalani bersama. “Kalau saja semua orang bisa kayak kawan Bapak ini enak ya,Pak? Kita bisa damai, hidup berdampingan, saling membantu, nggak ada yang gontok-gontokan lagi!” ujar istri Bang Jalil seperti membaca pikiran sang suami.

“Emang, sekarang nggak damai, Bu?” Tanya Bang Jalil iseng, sambil menyeruput kopi yang disediakan sang istri.

Sang istri seperti calon gubernur dalam  debat, langsung menyambut dengan semangat,”Bapak jangan pura-pura nggak tahu. Lihat tuh, banyak yang masih pada ribut. Gara-gara hal sepele aja sesama teman pada tawuran sampai memakan korban. Malah yang ribut orang-orang yang ada di atas, yang seharusnya membela rakyat, eh malah pada berantem!”

Bang Jalil nggak mau menanggapi ucapan sang istri yang memang benar adanya. Dia melihat kenyataan yang ada. Mengapa orang sekarang ini gampang banget tersinggung, gampang banget panas, nggak boleh kesenggol sedikit saja, langsung ribut.

Ya semua  karena keadaan Bung! Kehidupan semakin sulit. Ekonomi sulit. Yang diatas juga nggak kasih contoh, sesama sahabat saling gontok-gontokan.

Bagaimana ini? Padahal kata orang bijak, kalau kita berselisih dengan sahabat, walau pun menang, yang jelas kita akan kekurangan sahabat!  -(massoes)