Tuesday, 20 August 2019

LRT Dipastikan Sampai Baranangsiang

Selasa, 16 Juli 2019 — 20:39 WIB
wakil walikota2

BOGOR – Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim memastikan, terminal Baranangsiang, akan menjadi stasiun akhir Lintas Rel Terpadu (LRT). Semula stasiun terakhir di Tanah Baru. Namun, melalui kajian, menurutnya,  Baranangsiang, merupakan pilihan yang tepat.

Kepastian itu didapat setelah Pemerintah Kota Bogor dalam hal ini Bappeda dan Dishub bersama Kementerian Perhubungan, serta Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan peninjauan lapangan ke wilayah yang akan dilintasi LRT.

“Peninjauan ini hanya memastikan kalau LRT jadi dilelang atau dilakukan lanjutan trade kedua dari Cibubur-Cimanggis ke Bogor,” kata  Dedie A Rachim kepada wartawan.

Peninjauan lokasi kata mantan pegawai KPK ini, agar mengetahui pasti posisi stasiun akhir, agar bisa merencanakan hal-hal lain.

Dedie meminta kepada BPTJ karena berkaitan dengan rencana keseluruhan sistem transportasi Jabodetabek untuk bisa memberikan masukan ke pemerintah pusat.

“Ada dua titik. Satu titik kampung Selawi dan di Kampung Sawah. Segera memberikan gambaran secara utuh tentang rencana tersebut. Berdasarkan informasi, kemungkinan depo di Selawi atau lintasan/statsiun transit atau park dan ride juga di sini sebelum berakhir di Terminal Baranangsiang,” ujarnya.

Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang P,  mengungkapkan rencana induk transportasi Jabodetabek telah dimulai sejak tahun  2018 hingga berlaku 2029, dengan kesepakatan 3 provinsi dan 8 Bupati serta Walikota.

Di dalam rencana induk itu diantaranya akan membangun angkutan massal. Hal ini agar orang bergeser dari angkutan umum ke angkutan massal.

LRT yang semula berhenti di Cibubur akan dilanjutkan sampai Kota Bogor. Di dalam master plan, akan membangun TOD di Baranangsiang.

Saya lihat LRT, ujungnya harus ada di Baranangsiang, agar semua terlayani. Angkutan antar kota dan propinsi juga sudah disini,” tegas Bambang. (yopi/win)