Monday, 26 August 2019

Proyek Listrik Tenaga Sampah Belum Nyala, Jokowi: Masalahnya Apa?

Selasa, 16 Juli 2019 — 22:43 WIB
Rapat kabinet, Jokowi singgung PLTsa. (ist)

Rapat kabinet, Jokowi singgung PLTsa. (ist)

JAKARTA  – Presiden Jokowi mendorong  pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Semangat dari ini  pemerintah hendak membenahi salah satu permasalahan klasik yang biasa ditemui di kota-kota besar, yakni soal manajemen sampah.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (16/7). “Urusan sampah ini juga sudah ingin kita selesaikan, ingin kita kerjakan. Sampai sekarang, sampai hari ini, saya belum mendengar ada progress (pembangunan PLTSa) yang sudah nyala dan jadi,” ujar Jokowi.

Pembangunan PLTSa ini sebelumnya diusulkan di 12 kota/kabupaten. Meski demikian, dari semua usulan tersebut hingga saat ini masih belum ada wujud PLTSa yang sudah beroperasi.

Maka itu, dalam rapat kali ini, Jokowi ingin mengetahui kendala yang terjadi di lapangan untuk kemudian langsung dituntaskan dan diputuskan dalam rapat tersebut.

“Oleh sebab itu, kita langsung menuju ke masalah saja. Enggak jadi masalahnya apa? Ada yang menyampaikan PLN-nya Pak yang lamban. PLN ada? Tinggal nanti langsung saya perintah. Ada yang menyampaikan di ESDM belum beres. Menterinya ada,” kata Jokowi.

Jokowi mengingatkan, semangat dari pembangunan PLTSa ini tidak hanya terletak pada urusan penyediaan listrik semata. Namun, jauh lebih besar dari itu, pemerintah hendak membenahi salah satu permasalahan klasik yang biasa ditemui di kota-kota besar, yakni soal manajemen sampah.

“Ini bukan urusan listriknya, yang mau kita selesaikan ini urusan sampahnya. Listrik itu adalah ikutannya,” ucapnya.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, yang memberikan keterangan selepas ratas mengatakan bahwa dari 12 usulan pembangunan PLTSa yang ada, 4 di antaranya memiliki perkembangan yang cukup baik dan menunggu penyelesaian di tahun ini.

“Mudah-mudahan tahun ini ada yang bisa selesai, yaitu di antaranya adalah Surabaya, kemudian Bekasi, dan Solo. Solo ini progress-nya cukup baik. Kemudian yang sudah mulai adalah DKI Jakarta,” tuturnya di Kantor Presiden, Jakarta.(johara/win)