Friday, 20 September 2019

Soal Tudingan Politik Uang Pemilihan Wagub DKI, Rian Ernest Disebut Cari Panggung

Selasa, 16 Juli 2019 — 16:53 WIB
Ketua Panitia Khusus (Pansus) pemilihan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta, Mohamad Ongen Sangaji.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) pemilihan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta, Mohamad Ongen Sangaji.

JAKARTA – Ketua Panitia Khusus (Pansus) pemilihan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta, Mohamad Ongen Sangaji, menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah mengcari panggung saat menuding ada dugaan politik uang dalam proses pemilihan wagub DKI Jakarta.

Ongen mengaku tidak mengenal sosok Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta, Rian Ernest Tanudjaja, yang pertama menyebut ada dugaan politik uang tersebut. Karenanya ia enggan menanggapi serius pernyataan Rian.

“Teman-teman kan tahu rapat Pansus ini terbuka untuk semua orang dan kita mengikuti perkembangannya. Jadi saya nggak mau menanggapi Rian Ernest karena saya tidak kenal dengan yang bersangkutan,” ucap Ongen kepada wartawan di DPRD DKI Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Dia berpendapat seharusnya Rian melaporkan ke pihak berwajib jika memang mengetahui dan menemukan adanya dugaan politik uang seperti yang dituduhkan. Namun, jika tidak terbukti maka harus siap dengan segala resikonya apabila ada tuntutan balik dari para anggota dewan.

Untuk saat ini, dirinya mengaku tidak ada melaporkan Rian ke Polisi karena merasa apa yang dia lakukan dalam proses pemilihan wagub sudah terbuka dan sesuai aturan.

“Rian Ernest tidak tahu proses yang kita lakukan, hanya mencari panggung silakan dia bermain di luar panggung. Nah saya menghargai sikap teman-teman Demokrat (yang berencana laporkan Rian ke Polisi) nanti kita lihat perkembangan selanjutnya,” tandas Ongen.

Sebelumnya, Rian Ernest tuding ada dugaan politik uang dalam proses pemilihan wagub DKI Jakarta. Informasi itu dia peroleh dari elite politik DKI Jakarta yang enggan dia sebutkan.

“Saya sudah mendengar dari 2 elite politik di kesempatan yang berbeda. Artinya ini masih rumor tapi sudah harus jadi perhatian kita semua. Karena kan kalau sekadar rumor kita tidak bisa pegang, tapi kan ada rumor kalau ada (transaksi) uang,” ucap Rian di Kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).

Ia menyebut transaksi uang tersebut ada agar para anggota DPRD mau datang dan memenuhi syarat kuorum pemilihan Cawagub DKI Jakarta. Bahkan untuk satu kursi saat menghadiri pemilihan tersebut bisa dihargai ratusan juta rupiah.

“Ya standar artinya gini modusnya pokoknya untuk datang, untuk datang duduk itu ada uangnya. Jadi nanti siapapun ini bisa atur apakah paripurna mau jadi menyetujui atau menolak. Siapa yang mau ikut diatur ada uangnya, kebayang ya dan 1 kursi ratusan juta,” ungkapnya. (yendhi/yp)