Tuesday, 20 August 2019

300 Ribu Benih Ikan Nilem Disebar di Ciliwung

Rabu, 17 Juli 2019 — 22:43 WIB
Penebaran 300 ribu benih ikan nilem di aliran kali Ciliwung. (Ifand)

Penebaran 300 ribu benih ikan nilem di aliran kali Ciliwung. (Ifand)

JAKARTA – Sebanyak 300 ribu benih ikan nilem dilepas Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) DKI, di aliran kali Ciliwung, Kramajati, Jakarta Timur, Selasa (16/7/2019).

Kepala BKIPM DKI Jakarta, Nandar Koswara mengatakan, dengan disebarnya ratusan ribu benih ikan itu, diharapkan masyarakat sekitar lebih banyak menkonsumsi ikan. “Diharapkan dengan program ini bisa membantu gizi masyarakat atau paling tidak bisa meningkatkan konsumsi protein dan ikan diwilayah DKI,” katanya, Selasa (16/7).

Dikatakan Nandar, pihaknya sengaja memilih aliran sungai, karena selama ini Komunitas Ciliwung Condet telah membuat kali tersebut semakin baik. Dimana lokasi itu juga yelah menjadi cagar budaya dan bantaran sungainya cukup bersih.

“Kami menebar ikan nilem yang merupakan ikan endemik Indonesia dan bisa beradaptasi cukup baik di perairan seperti ini sehingga harapannya bisa mengganti populasi ikan yang ada disini,” terangnya.

Nandar mengaku, pihaknya tidak menebar dan hilang begitu saja melakukan program tersebut. Dimana nantinya hal itu akan dilakukan secara berkelanjutan karena akan ada disini dan sama-sama menjaga kebersihan sungai dan akan mengecek pertumbuhan ikannya.

“Karena program ini bukan hit and run, tapi kita akan bersama-sama menjaganya sampai masyarakat bisa mandiri dan bisa memelihara dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI, Darjamuni menambahkan, pihaknya sangat beruntung mendapat dukungan dari pemerintah pusat atas dukungan yang didapat. Karena itu, pihaknya berjanji akan melanjutkan apa yang telah di mulai ini. “Kami akan melanjutkannya dengan terus bekerja sama dengan pemerintah pusat,” ujarnya.

Dikatakan Darjamuni, pihaknya juga akan bekerja sama dengan komunitas untuk memantau perkembangan ikan. Dan bila hasilnya positif, akan diteruskan atau mungkin dari DKI yang melakukan sendiri kelanjutannya. “Karena dengan program inilah yang bisa membuat masyarakat bisa terus mengkonsumsi ikan,” pungkasnya. (Ifand/M1/win)