Tuesday, 20 August 2019

Hanura & PKPI Hanya Bakalan Jadi Penonton Kabinet Kerja-II

Rabu, 17 Juli 2019 — 7:30 WIB
partai jokowi

WAPRES Jusuf Kalla pernah mengatakan penentuan menteri parpol berdasarkan perolehan kursi DPR. Itu artinya, PDIP bakal dapat kursi terbanyak, semenyata PPP hanya ala kadarnya, karena terkecil kursinya di DPR. Paling kasihan nantinya PKPI dan Hanura, sudah mati-matian ikut memenangkan Jokowi, tapi hanya jadi penonton Kabinet Kerja-II.

Keinginan Jokowi membentuk Kabinet Kerja jilid II dengan menteri-menteri anak muda, ditambah pula mantan aktivis 1998, menjadikan sejumlah orang jadi GR dibuatnya. “Kalau begitu, gue layak jadi menteri dong,” begitu kira-kira dia berharap.

Tapi bagi Muhaimin Iskandar Ketum PKB, itu sinyal bahwa tak mungkin 10 kadernnya bisa tertampung, meski kalangan ibu-ibu sudah ikut mendoakan. Padahal sebelumnya Cak Imin sempat bilang, “sepuluh menteri itu tak termasuk jatah NU lho.”

Apakah 10 menteri itu termasuk dirinya? Oh, tidak! Buat dia sih, jabatan menteri itu keciiiiil! Dia sekarang punya target jadi Ketua MPR, padahal Zulhas Ketum PAN berhasrat juga. Tapi jika merujuk “sinyal” dari Wapres JK, peluang lebih besar tentunya ke Muhaimin.

Hanura dan PKPI tahu diri, tidak ikut “bermanuver” seperti Cak Imin. Kalau dapat ya alhamdulillah, kalau tidak ya nggak apa. Semoga sikap ini juga muncul dari PSI, Perindo, partai-partai pupuk bawang yang baru kali pertama ikut Pemilu. Maklum, kehadirannya di Koalaisi Indonesia Kerja masih sekedar penggembira.

Sesuai saran sesepuh PAN Amien Rais, sepertinya Gerindra akan tetap di luar pemerintahan, agar tidak terjadi demokrasi bodong. Itu artinya, Fadli Zon bisa terus bercuap-cuap mengkritisi Kabinet Kerja. Hanya parternya yang berbeda. Karena Fahri Hamzah sudah tidak tertarik lagi jadi anggota DPR, nantinya sebagai pengganti tentunya Andre Rosiade yang baru saja masuk DPR. Nampaknya dia juga sangat berbakat jadi corong oposisi.

Anak muda usia 25 tahun akan dijadikan menteri, ini bisa ngeri-ngeri sedap. Pintar memang harus, tapi menteri “kencing saja belum lempeng”, sudah matangkah jiwanya? Sanggupkah dia menerima beban kerja luar biasa berat? Jangan-jangan kabinet baru berjalan beberapa bulan sudah reshufle lagi. Atau ini disengaja, agar semua mitra koalisi yang sudah banyak berkeringat semua kebagian pernah jadi menteri. (gunarso ts)