Sunday, 15 September 2019

Haris Dituntut 3 Tahun Bui, Saksi Sebut Menag Terima Rp70 Juta

Rabu, 17 Juli 2019 — 21:16 WIB
Kepala Kantor Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin yang akhirnya dituntut jaksa 3 tahun penjara di Pengadilan Tipikor. (rihadin)

Kepala Kantor Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin yang akhirnya dituntut jaksa 3 tahun penjara di Pengadilan Tipikor. (rihadin)

JAKARTA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudiin, dituntut hukuman 3 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019). Ia diaggap terbukti menyuap Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) untuk mengisi jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

“Menuntut majelis hakim memutuskan menyatakan Haris Hasanuddin bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Menuntut, menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun, pidana denda Rp200 juta atau subsider lima bulan kurungan,” ucap jaksa Ni Nengah Gina Saraswati membacakan tuntutannya.

Dalam pertimbangan jaksa, Haris memberikan uang ke Rommy secara bertahap untuk memuluskan pengisian jabatan Kakanwil Jawa Timur. Pemberian suap bertahap dilakukan di rumah Romi di Condet, Jakarta Timur. Pada 6 Januari 2019, Romi menerima Rp5 juta.

Sedang uang untuk Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim jumlahnya mencapai Rp70 juta. Uang diberikan Haris dalam dua tajap, yakni Rp50 juta dan Rp20 juta. Saat menjadi saksi di sidang sebelumnya, Lukman Hakim membantah menerimaan suap. Namun keterangan itu dikesampingkan jaksa.

“Menurut penuntut umum keterangan saksi Lukman Hakim tersebut hanya tambahan sepihak karena bertentangan dengan alat bukti,” tandasnya.

Dalam seleksi Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Haris seharusnya tak lolos seleksi karena masih menjalani proses sanksi. Namun Romi minta Menteri Lukman meloloskan Haris. Dalam surat dakwaan, Haris disebut pernah datang ke rumah Rommy di Condet. Ia menyerahkan Rp250 juta yang dianggap jaksa sebagai bentuk suap. (*/yp)