Wednesday, 18 September 2019

Kadis SDA: Waduk Rorotan Masih Milik Pengembang, Bukan Kewenangan DKI

Rabu, 17 Juli 2019 — 19:43 WIB
waduk rorotan1

JAKARTA – Mangkraknya proyek pembangunan Waduk Rorotan, Cakung, Jakarta Timur, menurut pihak Pemprov DKI Jakarta bukan lagi menjadi kewenangannya. Waduk seluas 25 hektar itu, dinilainya milik pengembang sehingga mereka yang harus menatanya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Juani Yusuf mengatakan waduk Rorotan  dibangun oleh pengembang, yakni sebagai wujud dari kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB). “Waduk Rorotan itu dibangun oleh pengembang yang dalam hal ini adalah Jakarta Garden City,” katanya, Rabu (17/7/2019).

Juani mengatakan, pembangunan waduk yang sempat menyerat mantan Kepala Dinas SDA Teguh Hendrawan, menurutnya tidak melibatkan pemprov.

Dia menegaskan, Penoprov DKI sama sekali tidak menggelontorkan uang dalam pembangunan karena hal itu adalah kewajiban pengembang. “Sejauh ini proses serah terima masih berlangsung, jadi kondisinya masih seperti itu,” ungkapnya.

Juani menyatakan saat ini pengelolaan waduk masih di tangan  pengembang, meski di lokasi terpasang plang yang menyatakan Waduk Rorotan merupakan tanah negara. Bahkan, di plang yang ada bertuliskan tempat penampungan air raksasa itu dikelola Dinas SDA DKI.

Terlebih, saat upaya pembangunan waduk itu, mantan kadis SDA Teguh malah dijadikan tersangka karena memasuki pekarangan tanpa izin. Akibatnya, Biro Hukum DKI Jakarta menyatakan bakal memberi bantuan hukum atas permasalahan itu.

Kala itu juga, Teguh pernah menyatakan bahwa Waduk Rorotan merupakan aset Pemprov DKI sehingga tak seharusnya dia ditetapkan jadi tersangka oleh Direskrimum Polda Metro Jaya. Waktu berlalu, hingga kini tak diketahui bagaimana nasib perkara Teguh apakah berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan atau justru SP3.

Teguh jadi tersangka setelah dilaporkan Felix Tirtawidjaja atas dugaan melakukan tindak pidana pengrusakan atau memasuki pekarangan tanpa izin sebagaimana diatur pasal 170 atau 406 KUHP. (Ifand/M1/win)