Tuesday, 20 August 2019

Nasdem Tak Ngotot Pertahankan Kadernya di Kabinet

Rabu, 17 Juli 2019 — 14:48 WIB
Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh, saat memberikan paparan ke kadernya. (adji)

Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh, saat memberikan paparan ke kadernya. (adji)

JAKARTA – Isu reshuffle pembentukan Kabinet Kerja Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-KH Ma’aruf Amin kian gencar diperbincangan publik. Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh tak ngotot mempertahankan posisi Jaksa Agung dan sejumlah menteri yang berasal dari kadernya di periode pemerintahan kedua Jokowi.

Dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden RI terpilih. “Sama sekali bukan mempertahankan, atau meminta kembali. Iya nggak? Jadi kebijakan presiden secara totalitas mendapatkan dukungan dari Nasdem,” ujar Surya Paloh di Akademi Bela Negara Nasdem, Pancoran Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019).

Sejak awal Partai Nasdem telah berkomitmen mendukung Jokowi, tanpa syarat. Paloh menanggapi sudah ada informasi nama pergantian kabinet baru Jokowi-KH Amin.

“Biasa itu artinya tidak bisa direferensi. Saya pun calon menteri di situ mana pantas lagi saya calon menteri,” ucapnya.

“Kalau pun itu menyangkut masalah subyektifitas, Nasdem misalnya terhadap kader-kadernya dalam pemerintahan, pihaknya serahkan ke Pak Jokowi. Nggak usah sungkan-sungkan, Nasdem kalau memang dianggap ada, perlu dalam pemerintahannya ya siapa yang diperlukan, Nasdem akan (siap),” terangnya.

Menurutnya, menteri adalah hak prerogatif Presiden Joko Widodo sebagai presiden terpilih 2019-2024. Partai Nasdem tidak menargetkan jumlah kursi dalam kabinet.

“Tidak ada target apa-apa, itu semua terserah hak prerogratif Presiden. Sama sekali bukan mempertahankan, atau meminta kembali, iya nggak? Jadi kebijakan Presiden secara totalitas mendapatkan dukungan dari Nasdem,” katanya.

Surya Paloh menyampaikan hal tersebut seusai mendampingi Presiden Jokowi dalam acara Pembukaan Sekolah Legislatif Partai Nasdem 2019 Angkatan Pertama di lokasi yang sama.

Dalam sambutan di acara pembukaan tersebut, Surya Paloh juga mengatakan bahwa ia juga tidak meminta jumlah kursi di kabinet. “Kalau bapak masih anggap penting Nasdem di kabinet, tempatkan, tapi kalau berpikir pembantu-pembantu saya dari Nasdem ini sontoloyo, jangan kasih apa-apa Nasdem itu,” kata Surya Paloh dalam sambutannya.

Saat ini ada kader Nasdem dalam Kabinet Kerja yaitu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Jaksa Agung HM Prasetyo. Pada Pemilu periode 2019-2024 ini, Nasdem mendapat 59 kursi di DPR. (adji/ys)