Friday, 23 August 2019

Pemprov DKI Harus Mendata Wilayah yang Rawan Air Bersih

Rabu, 17 Juli 2019 — 21:27 WIB
air bersih

JAKARTA  – DPRD DKI Jakarta mendesak pemprov mendata secara akurat wilayah yang rawan kekurangan air bersih, dan tidak usah menunggu laporan masyarakat. Air bersih harus tersedia di daerah daerah rawan kekeringan.  Sebab,  hampir sebulan ini Jakarta, masuk musim kemarau.

“Jangan tunggu.  Pemprov sudah harus memiliki data akurat wilayah yang kekeringan sehingga membutuhkan air bersih, “kata Triwitjaksana,  Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta,  Rabu (17/7/2019).

Menurut Triwitjaksana,  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sejak awal sudah memberikan sinyal akan afanya musim kering. “Jadi jangan tunggu laporan,  jemput bola,” katanya.

Sememtara itu,  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta Subejo mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi masalah tersebut. “Kita sudah antisipasi dengan persediaan ait bagi daerah yang kekerimgan,” katanya.

Subejo mengatakan,  aparat kelurahan pada daerah rawan kekurangan air diminta juga melaporkan situsinya. “Kita minta kelurahan juga aktif memantau kondisi warganya. ”

Selain itu,  kata Subejo,   pihaknya juga sudah berkooordinasi dengan PDAM Jaya dalam penyediaan air bersih.

“Kalau 2015 yang lalu, ada dua kelurahan di Jakarta Barat yang sempat dikirim tangki-tangki air bersih, yakni Tegal Alur dan Kamal, tapi tahun ini belum ada laporan yang kami terima,” kata Subejo.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyebutkan, puncak musim kemarau di DKI Jakarta diperkirakan terjadi hingga September 2019. Kondisi ini berpotensi terjadinya kemarau ekstrem.

BMKG juga mencatat wilayah Jakarta Utara berstatus siaga kekeringan. Ada dua wilayah yang jumlah hari tanpa hujannya antara 31-60 hari atau kategori HTH (hari taanpa hujan) sangat panjang, yaitu Rawa Badak dan Rorotan. (john/win)