Tuesday, 20 August 2019

Tega Nian… Ibu Muda Aniaya Anak yang Rewel Hingga Tewas

Rabu, 17 Juli 2019 — 15:58 WIB
ilustrasi

ilustrasi

SEMARANG – Hanya sering rewel, seorang ibu muda di Boyolali, Jawa-Tengah tega menganiaya anak kandungnya sendiri hingga tewas.

Peristiwa memilukan ini berhasil diungkap Polres Boyolali setelah polisi membongkar makam bocah malang tersebut .

Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro melalui Kasatreskrim Iptu Mulyanto, Rabu ( 17/7/2019) mengatakan , pihaknya berhasil mengungkap misteri kematian bocah berusia 6 tahun, yang mencurigakan .

“Bocah malang itu ternyata tewas akibat dianiaya oleh ibu kandungnya sendiri SW, 30, warga Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali .

Polisi yang melakukan penyelidikan terpaksa membongkar makam korban di desa asal kelahiran ibunya di Desa Cukilan, Kecamatan Suruh , Kabupaten Semarang , Selasa kemarin(16/7) .

Setelah makam korban dibongkar dan dilakukan otopsi terhadap jasad bocah itu, polisi langsung mengamankan IW (35), ayah dan SW, ibu korban , Selasa malam.

Pasangan suami isteri ini menjalani pemeriksaa di Mapolres Boyolali hingga Rabu dinihari,  sebelum akhirnya SW ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan terhadap putranya sendiri , F, hingga meninggal dunia .

Dalam pemeriksaa tersebut tersangka SW mengakui melakukan kekerasan tehadap anaknya selama tiga hari berturut-turut sejak Senin-Rabu (8-10/7/2019). Hingga akhirnya korban meninggal dunia pada Kamis (11/7/2019).

Tersangka melanggar Pasal 80 ayat 4 UU Nomor 35/2014 Tentang perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, atau Pasal 44 ayat 3 UU Nomor 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Kekerasan yang dilakukan SW (30) kepada anaknya, terbilang sadis. Ibu muda ini tega memukul, mencubit, bahkan membenturkan kepala anaknya ke lemari.

Berdasarkan pengakuan tersangka, pada Senin (8/7/2019) dan Selasa (9/7/2019) tersangka mencubit korban di beberapa bagian badan. Kekerasan ini masih berlanjut pada Rabu (10/7/2019) sekitar pukul 22.00 WIB hingga Kamis (11/7/2019) dini hari.

Saat itu SW kembali melakukan kekerasan kepada anak kandungnya itu dengan cara memukul perut, bahkan membenturkan kepala F ke lemari.

Pelaku juga mencakar bagian punggung. Pada Kamis pagi tanggal 11 Juli 2019,  korban sempat sarapan bubur. Setelah itu korban tiduran namun sekira pukul 11.00 WIB korban tidak bangun dan pada saat diraba badannya sudah dingin hingga menjadikan tersangka panik.

Sekitar pukul 13.00 WIB tersangka mengabarkan kepada tetangga bahwa korban sakit,” ungkap Mulyanto .

Selanjutnya warga sekitar datang dan mengetahui korban telah meninggal dunia dengan cara tidak wajar, karena hampir seluruh badan terdapat luka lebam, pada mata sebelah kiri lebam kebiruan, telinga kanan kiri kebiruan, pipi kanan bengkak lebam kebiruan, sudut bibir kanan terdapat bekas darah kering, banyak luka lebam seperti bekas cubitan, ada bekas luka dan darah mengering di perut sebelah kiri.

Dihadapan petugas SW juga mengaku tega melakukan hal itu karena anaknya rewel terus. ( suatmadji/tri ) .