Tuesday, 17 September 2019

Dituding Ada Politik Uang di Pilwagub, Anggota DPRD DKI: Kita Terbuka Saja

Kamis, 18 Juli 2019 — 17:23 WIB
dprd dki jakarta

JAKARTA – Menepis tudingan politik uang dalam proses pemilihan wakil gubernur (Pilwagub), anggota DPRD DKI Jakarta ini mengaku siap dipenjara.

“Kita siap, bila memang ada bukti praktik kotor dalam pilwagub, silahkan saja. Kita terbuka saja. Tidak ada yang disembunyikan, “kata Selamat Nurdin, anggota DPRD DKI Jakarta, Kamis (18/7).

Menurut Selamat Nurdin, anggota DPRD tidak mungkin berani melakukan kecurangaan atau memberikan sesuatu berupa uang kepada anggota DPRD. “Kita harus merubah cara pikir. Saat ini sudah era transparansi, semua pihak turut menyorot proses pilwagub. Mustahil lembaga seperti KPK Dan PPATK luput memantau proses ini, ” katanya.

Seperti diketahui, masalah pilwagub yang terus molor menyebabkan informasi menjadi liar. Dugaan politik uang muncul seperti disampaikan Ernest dari Partai Solidaritas Indonesia. Dalam satu pernyataan, Ernest menduga DPRD bermain dalam proses penyusunan tata tertib, terutama pada pasal mengatur kehadiran anggota dewan (quorum).

Atas tudingan itu, anggota DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman, mendatangi Polda Metro Jaya untuk membuat laporan terkait pernyataan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest yang menuduh adanya politik uang dalam proses pemilihan Wagub DKI.

“Jadi hari ini saya, Taufiqurrahman selaku Ketua fraksi Demokrat DPRD DKI mendatangi Polda Metro Jaya ingin melaporkan atas apa yang telah terjadi, yang mana saya anggap itu merugikan diri saya,” ujarnya.

Taufiqurrahman didampingi satu pengacara. “Ini tentang adanya dugaan politik uang pada saat proses pemilihan Wakil Gubernur,” katanya.

Sementara itu, M. Taufik, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, mengatakan pilwagub dipastikan molor dari jadual 22 Juli 2019.  “Pasti tertunda. Sampai saat ini sidang penetapan tatatertib juga belum,” katanya. (john/yp)