Monday, 26 August 2019

Karena Alasan Ini, Instalasi Bambu Setengah Miliar di Bundaran HI Dibongkar

Kamis, 18 Juli 2019 — 13:00 WIB
Penampakan kawasan HI usai instalasi Getah-Getih dibongkar. (yendhi)

Penampakan kawasan HI usai instalasi Getah-Getih dibongkar. (yendhi)

JAKARTA – Telan anggaran Rp550 juta saat pembuatan dan pemasangan, karya seni Bambu ‘Getah Getih’ di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dirobohkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum genap satu tahun.

Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, mengatakan bahwa pembongkaran Bambu ‘Getah Getih’ pada Rabu (17/7/2019) karena bambu mulai rapuh dan dikhawatirkan akan roboh.

“Iya dilakukan pembongkaran (Getah Getih) karena bambunya sudah mulai rapuh karena cuaca sehingga jalinan bambu sudah mulai jatuh khawatir rubuh,” kata Suzi dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/7/2019).

Suzi menambahkan, bambu yang bernilai ratusan juta itu kini sudah tidak bisa dipergunakan lagi alias menjadi sampah. Sementara bekas pemasangan Bambu ‘Getah Getih’ kembali dibuat untuk menanam tanaman.

“Tidak dapat digunakan lagi (bekas bambu). Sementara ditanam border semak, ground cover sambil menunggu instalasi lainnya,” tandas dia.

(BacaPernah Dibanggakan Anies, Bambu Setengah Miliar di Bundaran HI Kini Dibongkar)

Bambu ‘Getah Getih’ dibeli oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dari seorang seniman, Joko Avianto, dengan total harga Rp550 juta.

Tujuannya untuk mempercantik kawasan HI pasca-Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) HI dirobohkan. Sekaligus untuk menyambut pagelaran Asian Games 2018. (yendhi/ys)