Tuesday, 20 August 2019

2 Pelempar Molotov Roboh Ditembak, Motif Pelaku: Sakit Hati Karena Adik Ditilang

Jumat, 19 Juli 2019 — 10:39 WIB
Ilustrasi.

Ilustrasi.

SEMARANG – Melawan saat hendak ditangkap, dua tersangka pelaku pelemparan bom molotov di Kantor Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Magelang Kota dan rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang roboh ditembak petugas. Sedangkan motif pelemparan bom molotov itu karena masalah dendam pribadi.

Kapolres Magelang, AKBP Idham Mahdi mengatakan, dua pelaku yang ditangkap tersebut Rohman Abdul Rohim (27), warga Kampung Rejosari, Kelurahan Magersari dan Angga Putra Pamungkas (24), penduduk Kampung Tejosari, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.

Keduanya ditangkap di rumahnya  masing-masing, Kamis (18/7/2019) malam. Disebutkan, pengungkapan kasus ini bermula dari penyelidikan intensif yang dilakukan Satreskrim Polres Magelang, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), analisis rekaman kamera CCTV di sejumlah titik dan keterangan sejumlah saksi.

Menurutnya, dari salah satu saksi yang diperiksa menyatakan berkomunikasi dengan pelaku sebelum terjadi pelemparan molotov. Saksi sempat menyapa pelaku, tapi tidak mengetahui bahwa pelakulah yang melempar molotov itu. “Dari saksi ini, kami berhasil mengungkap pelaku pelemparan bom molotov tersebut,” kata Kapolres.

(BacaTeror Molotov di Magelang, Polisi Pelajari CCTV)

Ia menambahkan, dari keterangan sementara pengakuan tersangka, mereka berdua sering berpindah-pindah tempat guna menghindari pengejaran aparat. Dan, akhirnya tim  resmob Satreskrim Polres Magelang berhasil menangkap kedua pelaku.

Pada saat penangkapan, kedua tersangka sempat melawan petugas sehingga terpaksa ditembak bagian kakinya. Adapun motif pelemparan bom molotov di dua tempat berbeda itu, kedua pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras (miras). Pelaku juga mengaku kalau aksinya ini didasari oleh sakit hati.

“Tersangka Rohman menjadi inisiator pelemparan bom molotov ini. Karena sakit hati, adiknya pernah ditilang oleh anggota Satlantas Polres Magelang Kota dan tidak bisa diselesaikan. Dan, untuk membalasnya ia melempar molotov ke kantor unit laka lantas yang ada di Jalan Ikhlas,” imbuhnya.

Sedangkan, motif pelemparan bom molotov ke rumah dinas Ketua DPRD di Jalan Diponegoro Kota Magelang, yakni pernah ada permasalahan perselisihan yang diselesaikan secara kekeluargaan, namun yang bersangkutan tidak diperhatikan.

“Pernah ada permasalahan perselisihan yang diselesaikan secara kekeluargaan, namun yang bersangkutan tidak diopeni pada penyelesaian secara kekeluargaan tersebut. Tidak ada unsur politik, unsurnya masih dendam pribadi,” lanjutnya.

Dari pengakuan pelaku ini, disimpulkan sementara motifnya dendam pribadi, yakni sakit hati. Sementara itu, tersangka Rohman Abdul Rohim mengaku, dirinya belajar merakit bom molotov bersumber dari Youtube. “Bom molotov ini saya rakit sendiri dan belajar dari Youtube,” kata Rohman. (suatmadji/ys)