Tuesday, 20 August 2019

Angkutan Rombeng

Polusi dan Kecelakaan

Jumat, 19 Juli 2019 — 6:15 WIB

ANGKUTAN umum tak laik jalan, masih banyak berseliweran di Jakarta. Kendaraan ‘rombeng’ ini selain rawan kecelakaan lantaran tak layak beroperasi, juga menyumbang pencemaran udara dari emisi gas buang yang dihasilkan. Revitalisasi angkutan massal di Jakarta hingga kini memang belum tuntas.

Pemerintah Provinsi menargetkan, tahun 2010 angkutan ‘reot’ tak laik jalan sudah tak lagi beroperasi. Pemprov sedang memproses kerjasama dengan lima operator angkutan umum yang masih mengoperasikan kendaraannya, untuk digandeng bergabung dengan PT Transjakarta.

Di sejumlah ruas jalan di Jakarta, masih banyak terlihat angkutan massal seperti Kopaja maupun Metromini yang usianya di atas 10 tahun. Beroperasinya angkutan massal berusia tua yang tak lagi layak jalan, berdampak negatif bagi masyarakat.

Dampak buruk yang ditimbulkan, pertama, memicu kecelakaan lalu lintas. Kondisi kendaraan tua tak aman dioperasikan sehingga rawan kecelakaan. Selain itu, pengemudi kerap ugal-ugalan lantaran mengejar setoran hingga mengabaikan keselamatan penumpang.

Kedua, kendaraan tua menjadi penyumbang polusi udara di Jakarta. Sebagaimana diketahui, pencemaran udara di Ibukota sudah pada titik membahayakan. Seperti diungkapkan Direktur Eksekutif Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal KPBB (KPBB), Ahmad Safrudin,  dibanding  2018, hasil pengukuran partikel PM 2,5 atau partikel halus di Ibukota, tahun ini  kualitas udara di Jakarta kian buruk.

Sebagai catatan, setiap hari ada sekitar 20 juta kendaraan baik mobil maupun sepeda motor berseliweran di Jakarta, dan hasil emisi gas buannya menyumbang sekitar 75 persen polusi udara. Polutan kendaraan yang paling membahayakan, dihasilkan oleh asap kendaraan tua. Warga Jakarta sulit menghirup udara segar akibat dipenuhi asap kendaraan bercampur debu.

Udara sehat di Ibukota kini kian mahal. Itu sebabnya langkah menekan pencemaran udara harus dilakukan dengan berbagai cara.  Salah satunya merevitalisasi angkutan umum tak laik jalan. Revitalisasi transportasi umum memang harus segera dituntaskan supaya polusi udara bisa ditekan, selain juga menekan angka kecelakaan lalu lintas. **