Friday, 23 August 2019

Tuntut Terminal Lebak Buluk Dibangun Lagi, Ribuan Sopir Angkot Ancam Demo

Jumat, 19 Juli 2019 — 16:45 WIB
Suasana Terminal Lebak Bulus kini.(wandi)

Suasana Terminal Lebak Bulus kini.(wandi)

JAKARTA – Ribuan pengendara angkutan umum berbagai jurusan yang masuk di terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan,  mengancam akan demo.

Karena sejak Terminal Lebak Bulus dihancurkan untuk kepentingan pembangunan depo Mass Rapid Transit (MRT) hingga sekarang, kondisi lalulintas di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan terlihat semerawut.

Akibatnya angkutan perkotaan dan angkutan bus besar, ngetem di sekitar Jalan Raya Kartini karena tidak ada lahan bagi mereka untuk sekadar parkir menunggu penumpang. Kondisi ini tentu banyak keluhkan warga karena selain membuat semrawut juga kemacetan lalulintas.

Kepala Unit Pelayanan Terminal DKI Jakarta Muslim mengungkapkan, keadaan tersebut sebenarnya juga menjadi keprihatinan pihaknya.  Meski begitu pihaknya tidak bisa berbuat banyak lantaran sejak Terminal Lebak Bulus dihancurkan pada tahun 2014 sampai sekarang tidak ada terminal pengganti.

“Padahal, hingga saat ini masih banyak bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP), angkutan umum antar kota sampai angkot dalam kota beroperasi dengan trayek Lebak Bulus.  Bahkan terminal sementara hanya untuk perlintasan bus antar kota saja. Sementara angkutan dalam kota belum ada terminal penggantinya,. Sampai sekarang memang belum ada solusi,” ujar Muslim,  Jumat (19/7).

Sebelumnya, rencana pembongkaran terminal AKAP untuk proyek transportasi massal MRT sempat mendapat pertentangan dari awak angkutan dan pedagang kecil yang sehari-harinya mencari nafkah di terminal itu. Bahkan penutupan terminal mencuat pada 2013, sejumlah aksi demo juga digelar.

Namun, mereka tidak bisa berbuat banyak ketika tempat mencari nafkah semenjak puluhan tahun silam itu resmi ditutup pada Januari 2014. Semenjak,  bus AKAP yang biasa beroperasi di terminal Lebak Bulus akan dipindahkan operasionalnya ke terminal bus Kampung Rambutan, Pulo Gadung, dan Kalideres.

Sedangkan terminal sementara Lebak Bulus hanya akan digunakan untuk angkutan dalam kota. Sementara itu trayek lintas pulau Sumatera dan Banten akan dipindahkan ke terminal Kalideres, sedangkan lintas pulau Jawa (Barat, Tengah, dan Timur) dipindahkan ke terminal Kampung Rambutan. Sedangkan trayek untuk trayek pulau Bali dan Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya dialihkan ke terminal Pulo Gadung.

Muslim juga menambahkan, sejak awal PT MRT Jakarta juga sudah berkomitmen menyediakan terminal pengganti karena penggunaan lahan terminal Lebak Bulus untuk depo. Namun hingga saat ini belum ada kelanjutan kabar mengenai pembangunan terminal pengganti yang dijanjikan itu.

“Konsensus awal memang pihak MTR yang akan sediakan terminal pengganti. Mereka berkomitmen untuk membangun lagi saat dulu terminal itu dibongkar. Tapi sampai sekarang kenyataanya memang belum (dilakukan),” katanya.

Sementara itu Ketua Koperasi Karyawan Bus Antarkota (Kowan Wisata) Terminal Lebak Bulus, Sumardi mengaku masih ingat dengan jelas tentang adanya janji penggantian terminal ketika dulu diundang ke Balaikota ketika DKI Jakarta dipimpin oleh Gubernur Joko Widodo waktu itu.  Dengan adanya janji itu pula, awak angkutan yang sebelumnya menentang pembongkaran terminal akhirnya luluh.

“Sekarang kami menagih janji pegantian terminal. Karena saat penggusuran terminal Lebak Bulus dulu ada komitmen saat rapat di kantor gubernur akan dibangun terminal pengganti,” kata Sumardi.

Dia juga mengaku telah mendengar rencana demonstrasi karena selama ini pihaknya

mendengar banyak sopir angkot kerap diusir oleh security MRT karena parkir di tepi jalan sekitar depo MRT.

“Jika benar demo dilakukan, dari kami Kowan Wisata siap mengerahkan sekitar 1000 orang untuk turut serta menagih menagih janji penggantian terminal ini,” imbuhnya. (wandi/tri)