Friday, 23 August 2019

Juara Piala Afrika 2019, Aljazair Ukir Sejarah

Sabtu, 20 Juli 2019 — 18:30 WIB
Timnas Aljazair juara Piala Afrika 2019. (reuters)

Timnas Aljazair juara Piala Afrika 2019. (reuters)

MESIR – Berkat ‘gol aneh’ yang dilesakkan Baghdad Bounedjah, Timnas Aljazair berhasil menjadi juara Piala Afrika untuk yang kedua kalinya sejak 1990 silam. Sukses itu diukir tim asuhan Djamel Belmadi pasca-mengalahkan Senegal 1-0 pada partai puncak di Stadion Internasional Kairo, Sabtu (20/7/2019) dini hari WIB.

Belmadi pun mengaku bahagia bisa membawa negaranya mengangkat trofi Piala Afrika untuk pertama kalinya di luar negeri. Sebelumnya, trofi Piala Afrika diraih Aljazair saat berstatus tuan rumah pada 1990 silam. Trofi tahun ini bahkan diraih Aljazair di Mesir yang boleh dibilang rival abadi Aljazair di kawasan Afrika Utara. Tidak heran jika sukses tim asuhannya di Piala Afrika tahun ini sebagai sebuah hal yang langka dan menjadi sejarah.

“Ini luar biasa dan sangat bersejarah bagi kami. Ini pertama kalinya kami juara di luar Aljazair. Mesir memiliki kedekatan dengan kami sebagai sebuah negara Arab. Tetapi dalam sepakbola, kami selalu bersaing dengan mereka dan kali ini kami mengangkat trofi di sini. Sejak 1990, kami melihat jalan yang begitu panjang dan kosong. Tapi kini, semuanya terbayar dengan prestasi di hadapan publik Mesir,” kata Belmadi, dikutip France Football.

Pasukan Belmadi sempat mendapat ultimatum dari sebagian besar warga Mesir yang lebih condong memberi dukungan untuk kubu Senegal pada partai final. Namun usaha itu tidak mengendurkan semangat anak-anak asuh Belmadi untuk menjadi juara.

“Kami adalah negara sepakbola. Di setiap sudut negara kami, orang-orang menggemari permainan sepakbola. Kami adalah negara yang pantas menjadi juara setelah sekian lama,” tegas Belmadi.

Sukses Aljazair menjadi juara Piala Afrika tahun ini, tidak terlepas dari ‘gol aneh’ yang dilesakkan Bounedjah saat laga baru berusia empat menit. Absennya bek andalan Senegal, Kalidou Koulibaly, mampu dimanfaatkan Aljazair lewat gol yang ‘dibantu’ oleh Salif Sane. Sane yang menggantikan peran Koulibaly di laga itu, berusaha menghalau tembakan Bounedjah dari luar kotak penalti. Namun bola justru melambung dan ironisnya kiper Alfred Gomis tak bereaksi.

Ia malah terpukau melihat gawangnya jebol dan mengubah papan skor menjadi 1-0. Senegal sempat berpeluang menyamakan kedudukan saat wasit Neant Alioum menunjuk titik putih (60′), menyusul dugaan handball oleh Adlene Guedioura. Namun, setelah melihat tayangan ulang VAR, wasit menganulir keputusannya.

Skor 1-0 untuk keunggulan Aljazair pun tidak berubah hingga laga bubaran. Misi Senegal menjadi juara untuk pertama kalinya pun gagal, sama seperti pada edisi 2002 silam. (junius/ys)