Tuesday, 20 August 2019

Rey Utami-Pablo Benua Diduga Palsukan Tulisan “Lulus Sensor” di Video ‘Ikan Asin’

Sabtu, 20 Juli 2019 — 9:47 WIB
Pablo Benua dan istri, Rey Utami. (YouTube)

Pablo Benua dan istri, Rey Utami. (YouTube)

JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya telah menerima keterangan resmi dari Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia perihal tulisan ‘lulus sensor’ dalam video vlog ‘ikan asin’, di akun YouTube Rey Utami dan Pablo Benua.

Ia menjelaskan, LSF Indonesia tidak pernah mengeluarkan izin lulus sensor terhadap video ‘bau ikan asin’ tersebut. Dalam surat keterangan resminya, pasangan Youtuber ini diduga memalsukan hak lulus sensor dalam video tersebut.

“Keterangan lulus sensor pada menit 00:58 (dalam video ‘ikan asin’) adalah palsu dan tidak benar,” ujar Argo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/7/2019).

Menurutnya, penulisan nomor lulus sensor yang terdapat pada video itu tidak sesuai dengan ketentuan dari LSF Indonesia. Selain itu, baik Rey maupun Pablo juga tidak pernah mendatangi kantor LSF Indonesia untuk pengajuan izin lulus sensor tersebut.

Sehingga, dua tersangka kasus ‘ikan asin’ ini diduga telah memanipulasi tulisan ‘lulus sensor’ dalam video vlog tersebut. “Saudara Rey Utami dan Pablo Benua tidak pernah datang ke lembaga sensor film untuk pengajuan izin sensor konten yang ada pada YouTube channel mereka,” jelas Argo.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah melayangkan surat klarifikasi ke LSF Indonesia terkait kasus pencemaran nama baik atas video ‘ikan asin’. Tujuannya, guna mengklarifikasi kebenaran tulisan dalam video ‘bau ikan asin’ itu, kalau konten video tersebut telah lulus sensor.

“Penyidik sudah melayangkan surat (klarifikasi) ke Lembaga Sensor Film karena dalam video tersebut ada tulisan bahwa lulus (sensor) dari Lembaga Sensor Film. Makanya akan kita kroscek apakah benar seperti itu,” kata Argo.

Penetapan tersangka terhadap Rey Utami dan Pablo Benua merupakan buntut dari laporan Fairuz terkait kasus ‘bau ikan asin’. Tak hanya pasangan YouTuber tersebut, polisi juga menetapkan mantan suami Fairuz A. Rafiq, Galih Ginanjar, sebagai tersangka atas kasus tersebut.

Kini ketiga tersangka kasus ‘bau ikan asin’ itu tengah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Atas perbuatannya, ketiga dijerat Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 310, Pasal 311 KUHP. Ancaman hukumannya lebih dari 6 tahun penjara. (firda/mb)