Monday, 26 August 2019

WHO Sambangi Puskesmas Setiabudi Tinjau Penanganan TBC

Sabtu, 20 Juli 2019 — 18:16 WIB
Sejumlah petugas kesehatan dunia WHO saat berkunjung ke Puskesmas Setiabudi.  (wandi)

Sejumlah petugas kesehatan dunia WHO saat berkunjung ke Puskesmas Setiabudi. (wandi)

JAKARTA – Dalam rangka Field Visit 14th Global Meeting on Public Private Mix (PPM) for Tuberculosis Prevention and Care, di Jakarta, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) melakukan kunjungan ke Puskesmas Kecamatan Setiabudi. Diharapkan dengan adanya kunjungan ini dapat mengetahui hasil pencapaiannya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Komarunisa mengatakan, tujuan kedatangan WHO dan 14 peserta dari berbagai negara ini untuk mengetahui perkembangan implementasi PPM TB di Jakarta. Memang selama ini pihaknya menginformasikan hasil melalu jejaring internal dan ekstrenal.

“Kami menginformasikan mengenai mekanisme jejaring internal dan eksternal tuberkulosis yang diterapkan oleh Puskesmas Kecamatan Setiabudi. Dari hasil itu pihak WHO ingin melihat secara langsung,” ujar Komarunisa.

Dari hasil kunjungan ini sejumlah peserta dan perwakilan WHO memberikan beragam tanggapan positif. Salah satunya Allan Fabela dari Filipina yang menyebut fasilitas dan aktivitas di Puskesmas Setiabudi telah terorganisasi dengan sangat baik.

“Puskesmas ini memiliki fasilitas yang terorganisasi sangat baik. Dan ini diminta untuk terus dipertahankan,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Khawaja Haeed Ahmaij dari Pakistan. Ia mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan. Menurutnya, upaya yang dilakukan oleh Puskesmas Setiabudi di bidang PPM mampu memberikan informasi pencegahan dini TB yang signifikan, yaitu dengan cara berkolaborasi dengan masyarakat setempat.

“Saya belajar banyak sekali. Tetap terapkan kolaborasi yang baik dengan para komunitas,” tandasnya.

Untuk diketahui, Puskesmas Kecamatan Setiabudi telah membentuk sistem sosialisasi dan edukasi mengenai Tuberkulosis yang berkolaborasi dengan kader PKK, Posyandu dan para pemangku lingkungan, melalui pembentukan Komunitas Masyarakat Peduli Tuberkulosis Setiabudi (KMP TB).

Hal ini dilakukan dengan tujuan seluruh masyarakat terutama di Setiabudi dan Jakarta khususnya akan terhindar dari penyakit tersebut. (wandi/ys)