Tuesday, 20 August 2019

Polisi Beli Sabu dari Istri, Suaminya Ikut Ditangkap

Minggu, 21 Juli 2019 — 19:19 WIB
Barang bukti sabu yang diamankan dari pasangan suami istri.

Barang bukti sabu yang diamankan dari pasangan suami istri.

JAKARTA – Bisnis haram yang dijalankan pasangan suami istri (pasutri) ini berakhir di tangan aparat Polsek Koja. Keduanya terpaksa harus berada di balik jeruji penjara setelah disergap petugas atas tudingan mengedarkan narkoba jenis shabu di dua lokasi berbeda di kawasan Koja dan Cilincing , Jakarta Utara, Sabtu (20/7/2019) dini hari. Berdalih untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka pasangan ini sudah tiga bulan menjual narkoba.

Kanit Reskrim Polsek Koja AK Andry Suharto menyebutkan pasangan Jumadi (33), dan istrinya, April (32), dibekuk di Cilincing dan Koja. Penangkapan dilakukan dengan polisi berpura-pura menjadi pembeli sabu dari April. Wanita itu ditangkap di dalam kamar kos beserta barang bukti sabu yang ada di dalam tas berwarna merah muda.

“Saat pelaku masuk ke dalam kamar kost di TKP lalu dilakukan penangkapan dan saat dilakukan penggeledahan didapati barang bukti berupa sabu berada di dalam tas warna pink,” kata Andry, Minggu (21/7/2019).

Dari tangan April, polisi mengamankan barang bukti berupa empat paket sabu seberat 1,36 gram, satu buah tas merah muda, satu buah timbangan digital, dan satu bungkus plastik klip.

Setelah melakukan pengembangan, polisi kemudian menangkap Jumadi di Koja, Jakarta Utara. Dari hasil penggeledahan terhadap Jumadi, ditemukan barang bukti lainnya berupa tujuh paket sabu seberat 4,10 gram, sebungkus rokok, dan alat hisap terbuat dari sedotan.

“Pelaku mengakui bahwa barang sabu tersebut miliknya dan ada pula diamankan uang hasil penjualan sebesar Rp 160 ribu,” ucap Andry.Selanjutnya kedua pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polsek Koja guna pengusutan lebih lanjut. “Mereka sudah tiga bulan menjual narkoba. Buat kebutuhan sehari hari karena si suami tidak bekerja,”.

Akibat perbuatannya, pasutri pengedar sabu ini dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. (yahya)