Tuesday, 20 August 2019

Terlibat Korupsi DAK Rp2,6 M, Kejaksaan Tetapkan 3 Tersangka

Senin, 22 Juli 2019 — 22:59 WIB
Kajari Kota Cirebon ketika menyampaikan pernyataan kepada sejumlah wartawan di kantornya.(darman)

Kajari Kota Cirebon ketika menyampaikan pernyataan kepada sejumlah wartawan di kantornya.(darman)

CIREBON – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon menetapkan tiga orang tersangka kasus korupsi proyek pembangunan betonisasi Jalan Cipto Kota Cirebon. Pada proyek yang bersumber dari anggaran DAK tahun 2017 senilai Rp10,7 miliar itu, kejaksaan menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp2,6 miliar yang dilakukan oleh ketiga tersangka.

Penetapan tersangka tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), M Syarifudin SH MH kepada sejumlah awak media di kantornya Jalan Wahidin Kota Cirebon. “Setelah menaikan status penanganan, maka ketiganya akan dipanggil sebagai saksi untuk masing-masing tersangka,” kata Kajari, Senin (22/7/2019).

Tiga tersangka yang menjadi tersangka yakni HR selaku PPTK pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Cirebon, SH (kontraktor) dan S dari selaku konsultan.

“Dalam pelaksanaan proyek, ditemukan telah terjadinya pengurangan volume pekerjaan, nilainya mencapai Rp2,,6 miliar,” Kata Kajari.

Diungkapkan Kajari, kasus dugaan tindakpidana korupsi inj berawal dari hasil pemerilsaan BPKP. Saat itu, sambungnya, dalam perhitungan yang dilakukan BPKP nilai kerugian negara sebesar Rp1,1 miliar. Tapi begitu dilakukan pendalaman oleh tim penyidik kejaksaan, jumlah jauh lebih besar yakni sebesar Rp2,6 miliar.

Ketika disinggung kemungkinan adanya tersangka lainnya, Kajari belum bisa memastikan. Hanya saja kata Kajari, kemungkinan akan selalu ada jika dalam proses ke depannya memang menunjukan adanya bukti keterlibatan pihak lainnya. (darman/yp)