Monday, 19 August 2019

2400 Buruh Outsourching PT KS Bakal Dirumahkan

Selasa, 23 Juli 2019 — 11:48 WIB
PT Krakatau Steel  rumahkan 2.400 karyawan outsourching.(ist)

PT Krakatau Steel rumahkan 2.400 karyawan outsourching.(ist)

CILEGON – PT Krakatau Steel (KS) memastikan bakal memangkas  2.600 buruh dari sembilan vendor di perusahaan tersebut dan hanya menyisakan sekitar 200 orang saja. Itupun hanya untuk tenaga keamanan.

Menurut Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT KS Rahmad Hidayat, skema yang akan dilakukan perusahaan pada restrukturisasi tenaga kerja PT KS dimulai dengan memindahkan karyawan-karyawan organik dari divisi nonaktif ke anak-anak perusahaan.

“Saat ini, tidak semua divisi di PT KS aktif bekerja. Karena itu, kami pindahkan karyawan organik dari divisi itu ke tempat lain. Salah satunya ke anak-anak perusahaan,” kata Rahmad Hidayat.

Rahmad mengatakan, perusahaan juga akan memaksimalkan tenaga karyawan organik pada divisi core bussines perusahaan. Sehingga, PT KS tidak lagi menggunakan tenaga outsourching di divisi tersebut.

“Kami akan memaksimalkan karyawan organik di core bussines. Jadi tidak lagi menggunakan outsourching,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, agenda memutus kontrak sembilan vendor rekanan PT KS pada 31 Agustus 2019 akan tetap dilakukan. Dari sembilan vendor tersebut, lima diantaranya merupakan cucu perusahaan PT KS. “Total buruh outsourching yang bekerja di PT KS selama ini, sekitar 2600 orang. Mereka bekerja melalui sembilan vendor, lima diantaranya cucu perusahaan,” tuturnya.

Namun begitu, pihaknya hanya akan mempertahankan satu dari lima vendor cucu perusahaan. Satu vendor ini akan menyalurkan tenaga kerja sekuriti sebanyak 200 orang. “Nantinya hanya akan ada satu vendor. Ini agar pengelolaan tenaga kerjanya lebih mudah,” ucapnya.

Dia mengatakan, pihaknya juga memastikan jika buruh yang terkena dampak pemutusan kontrak vendor, mendapatkan hak-haknya. “Hak-hak buruh pasti akan didapatkan, sudah kami salurkan ke setiap vendor,” tuturnya.

Ditanya tentang nasib ribuan buruh outsourching yang akan terkena imbas pemutusan kontrak kerja, Rahmad mengatakan jika pihaknya akan bekerja sama dengan Pemkot Cilegon dengan mengirimkan mereka ke Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Banten. upaya itu dilakukan untuk mendapatkan keahlian kerja yang dibutuhkan industri di Kota Cilegon.

“Ada anggaran di Pemkot Cilegon untuk kegiatan pelatihan kerja di BLK. Nanti kami akan bekerja sama dengan Pemkot Cilegon, guna menyalurkan para buruh outsourching untuk dapat ikut latihan di BLK Banten,” katanya. (haryono/tri)