Sunday, 18 August 2019

Divonis 1,5 Tahun, Ini yang Meringankan Putusan Jokdri

Selasa, 23 Juli 2019 — 20:06 WIB
Terdakwa kasus dugaan penghilangan barang bukti persetujuan skor, Joko Driyono (toga)

Terdakwa kasus dugaan penghilangan barang bukti persetujuan skor, Joko Driyono (toga)

JAKARTA – Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono telah divonis 1,5 tahun penjara dikurangi masa tahanan. Putusan tersebut berdasarkan pertimbangan hal-hal yang memberatkan dan meringankan.

Hakim ketua Kartim Haeruddin menjelaskan, hal-hal yang memberatkan putusan terhadap Jokdri, yakni tindakan Jokdri yang dianggap menghambat proses penyidikan Tim Satgas Anti Mafia Bola. Meskipun belakangan diketahui kalau kasus Jokdri tidak berkaitan dengan kasus pengaturan skor.

“Mempersulit proses penyidikan dalam proses lain yang ditangani tim satgas anti-mafia bola,” ujar Kartim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Sedangkan hal-hal yang meringankan putusan, salah satunya ialah sikap Jokdri yang dinilai kooperatif selama proses persidangan.

“Meringankan terdakwa bersikap sopan di muka sidang dan berjasa membangun sepak bola di PSSI. (Selain itu) Perbuatan terdakwa tidak terkait dengan pengaturan skor di Banjar Negara yang dilaporkan ke polisi atas nama Lasmi,” jelasnya.

Diketahui, Jokdri dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan menggerakan orang untuk melakukan pengrusakan barang. Oleh karena itu Jokdri dijerat dengab Pasal 235 Juncto Pasal 233 Pasal 55 ayat 1 ke-2 KUHP.

“Menyatakan terdakwa Terbukti secara sah meyakinkan menggerakan orang merusak, membikin tidak dapat dipakai, menghilangkan barang-barang yang dipakai untuk meyakinkan sesuatu di depan penguasa yang atas perintah penguasa umum dengan cara memanjat atau menggunakan kunci palsu,” kata Kartim.

Putusan ini lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). JPU menutut Jokdri dengan pidana penjara dua tahun enam bulan dipotong masa penahanan. Namun baik pihak Jokdri maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum menentukan akan melakukan banding atau tidak. (firda/yp)