Monday, 26 August 2019

Sidang Vonis, Gusti Randa Sapa Istri Jokdri

Selasa, 23 Juli 2019 — 20:11 WIB
Istri Joko Driyono bertemu dengan Gusti Randa di ruang sidang PN Jakarta Selatan. (firdha)

Istri Joko Driyono bertemu dengan Gusti Randa di ruang sidang PN Jakarta Selatan. (firdha)

JAKARTA – Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono telah divonis 1,5 tahun penjara dikurangi masa tahanan. Putusan tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Dalam sidang putusan tersebut, sejumlah anggota PSSI dan keluarga nampak hadir. Terlihat istri dari Joko Driyono yang duduk di bangku baris depan. Ia nampak menggunakan hijab dan baju berwarna senada, yakni abu-abu. Tak hanya keluarga, terlihat pula rekan Jokdri, sapaan akrabnya, di PSSI, yakni Gusti Randa.

Selama sidang berlangsung bahkan hingga Hakim Ketua Kartim Haeruddin mengetuk palu, istri Jokdri nampak bungkam. Namun ia sempat bertukar sapa dan berbincang dengan Gusti Randa seusai sidang.

Menanggapi hal tersebut, Gusti Randa mengatakan kalau dirinya hanya menyapa saja. Selain itu juga memberikan dukungan kepada anak-anak Jokdri yang kebetulan turut berada di sana.

“Ya tadi saya sempat bertemu dengan Ibu, istrinya Pak Joko. Ya tentu sebagai kolega kami menguatkan mental pada anak-anaknya (Jokdri). Itu aja sih,” ujar Gusti ditemui di PN Jakarta Selatan.

Ditanyai perihal putusan Majelis Hakim yang menjatuhi hukuman 1,5 tahun penjara, Mantan anggota Exco PSSI tersebut enggan memberikan komentar. Menurutnya, putusan tersebut belum berkekuatan hukum tetap. Mengingat baik dari pihak Kuasa Hukum Jokdri, maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum menentukan sikap. Apakah akan mengajukan banding, atau tidak.

“Saya kira karena dalam satu minggu ini dari pihak Penuntut Umum pikir-pikir dan kuasa hukum Pak Joko juga pikir-pikir, saya kira sangat elok kalau kita tidak komentari putusan itu,” kata Gusti.

“Karena (dalam sidang) putusan itu kita mendengar juga kalau putusan itu belum memiliki kekuatan hukum kan. Jadi saya tidak mau mengomentari putusan itu,” pungkasnya.

Diketahui, Jokdri dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan menggerakan orang untuk melakukan pengrusakan barang. Oleh karena itu Jokdri dijerat dengab Pasal 235 Juncto Pasal 233 Pasal 55 ayat 1 ke-2 KUHP.

“Menjatuhkan kan penjara satu tahun enam bulan penjara, Dengan pasal yakni pasal 235 jo pasal 233 Pasal 55 ayat 1 ke- dua KUHP,” kata Hakim Ketua, Kartim Haeruddin.

“Menyatakan terdakwa Terbukti secara sah meyakinkan menggerakan orang merusak, membikin tidak dapat dipakai, menghilangkan barang-barang yang dipakai untuk meyakinkan sesuatu di depan penguasa yang atas perintah penguasa umum dengan cara memanjat atau menggunakan kunci palsu,” jelasnya.

Putusan ini lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). JPU menutut Jokdri dengan pidana penjara dua tahun enam bulan dipotong masa penahanan. Namun baik pihak Jokdri maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum menentukan akan melakukan banding atau tidak. (firda/yp)