Tuesday, 20 August 2019

Antisipasi Lebih Dini Kawasan Cincin Api

Rabu, 24 Juli 2019 — 6:16 WIB

INDONESIA negara yang tergolong rawan bencana alam seperti gempa bumi yang berakibat tsinami, erupsi gunung berapi, banjir dan longsor.
Ini terjadi karena negeri kita berada dalam kawasan cincin api (ring of fire), daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah berbentuk tapal kuda ini mencakup wilayah sepanjang 40.000 km.

Tercatat 68 gunung berapi aktif mengelingi wilayah kita. Terpetakan juga sebanyak 221 kabupaten/kota potensial rawan gempa.
Sedangkan rawan tsunami meliputi 19 wilayah yang tersebar mulai dari Aceh hingga pantai Papua yang mencakup 5.744 desa.

Ini bencana alam yang tak bisa dihindari karena bawaan alam. Namun, banyak terjadi bencana bukan karena kondisi alam, tetapi akibat ulah manusia seperti kebakaran hutan. Ada juga bencana yang bukan semata disebabkan kondisi alam, tapi ikut dipicu ulah manusia yang tak taat menata lingkungan,sebut saja banjir dan tanah longsor.

Jika ancaman bencana karena kondisi bawaan alam, solusi untuk mengatasi adalah dengan mempersiapkan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana, selain membangun infrastruktur untuk mengurangi risiko.

Kami meyakini membangun kesadaran pada masyarakat rawan gempa lebih mudah diterima,  ketimbang menyadarkan perilaku masyarakat yang acap  menyebabkan bencana.

Ini dapat dipahami karena warga masyarakat yang tinggal di kawasan bencana akan merasakan langsung dampak yang dialami begitu bencana terjadi.
Sementara manusia yang berulah menyebabkan bencana, boleh jadi, tidak menanggung risiko karena yang menanggung adalah orang lain. Sebut saja pembangunan infrastruktur yang ikut andil datangnya banjir dan tanah longsor. Begitu juga kebakaran hutan, abrasi dan erosi.

Terhadap ulah manusia penyebab bencana, hendanya tidak ada kompromi dalam memberikan sanksi. Sementara kepada warga yang bermukim di daerah rawan bencana, pemerintah harus lebih peduli, tidak saja info peringatan dini, juga kecepatan dan ketepatan dalam penanganan bencana hingga pasca bencana. Itulah antisipasi. (*).