Tuesday, 20 August 2019

Kakak Tewas di Tangan Pemberontak, 2 Adiknya Siap Balas Dendam

Rabu, 24 Juli 2019 — 7:33 WIB
Tariq dan Shabbir berpose dengan sang ibu. (HT photo)

Tariq dan Shabbir berpose dengan sang ibu. (HT photo)

INDIA – Kakak beradik ini bergabung dengan tentara. Mereka bersumpah membalas kematian sang kakak yang dibunuh pemberontak di India.

Hindustan Times melaporkan Mohammed Tariq (23), dan Mohammed Shabbir (21) hadir dalam 100 rekrutan baru Tentara Teritorial di Rajouri, Senin waktu setempat.

Tahun lalu, Aurangzeb, kakak mereka yang juga anggota tentara India, diculik lalu dibunuh pemberontak. Karenanya mereka bergabung dengan angkatan bersenjata untuk berbakti pada negara dan juga menbalas kematian saudara yang dicintainya.

“Mereka didaftarkan ke batalion teritorial pada hari Senin dan sekarang mereka akan menjalani pelatihan di Pusat Resimen Punjab,” kata juru bicara pertahanan setempat.

Kakak beradik ini kemudian berpose dengan orangtua mereka, pasangan Mohammed Hanif dan Raaj Begum, dengan mengenakan baju seragam hijau. Hanif adakah juga seorang mantan tentara.

Aurangzeb diculik di Pulwama kemudian dibunuh teroris bersenjata pada 14 Juni 2018. Saat itu, dia dalam perjalanan kembali ke rumah di Poonch untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarganya. Dia adalah seorang rifleman di 44 Rashtriya Rifles milik tentara.

“Kakak kami memberikan nyawanya untuk bangsa dan kita juga akan mengikuti jejaknya. Kami tidak akan mundur, kami berkorban untuk bangsa. Kami akan membuatnya bangga dan akan membuat resimen Punjab bangga dengan tugas kami,” ujar Tariq.

Ayah mereka Hanif, mantan tentara Jammu dan Kashmir Light Infantry, mengatakan mungkin tak berumur panjang untuk bisa melihat ‘hari itu’. Tappi kedua putranya akan membalas dendam atas pembunuhan saudara mereka, Aurangzeb.

“Tariq dan Shabbir juga ingin melayani bangsa dan melindungi sesama warga negara mereka. Ya, saya telah kehilangan putra saya Aurangzeb dan kematian selaku mengintai seorang prajurit, karenanya tak banyak yang berani mengorbankan hidup mereka untuk bangsa,” katanya ketika berbicara kepada HT melalui telepon.

“Aurangzeb terjebak dan kemudian dibunuh oleh para pengecut. Kami masih merindukannya,” sambung Hanif.

Hanif bergabung dengan Partai Bharatiya Janata (BJP) awal tahun ini di hadapan Perdana Menteri Narendra Modi. Itu terjadi dalam sebuah rapat umum di daerah Vijaypur di distrik Samba. (yp)