Monday, 26 August 2019

Melalui Gemarikan, Wawalkot: Perekonomian Warga Jakut Dapat Ditingkatkan

Rabu, 24 Juli 2019 — 14:45 WIB
Kampanye Gemarikan kembali disosialisasikan Pemkot Jakarta Utara, di SDN Tugu Utara 22, Kecamatan Koja. (deny)

Kampanye Gemarikan kembali disosialisasikan Pemkot Jakarta Utara, di SDN Tugu Utara 22, Kecamatan Koja. (deny)

JAKARTA – Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) kembali dikampanyekan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara (Jakut) dengan mengajak sebanyak 600 siswa SD, di wilayah Koja, Rabu (24/7/2019). Kegiatan dengan menyasar anak usia dini ini akan digelar secara bertahap.

Wakil Wali Kota (Wawalkot) Jakut, Ali Maulana Hakim mengatakan, Gemarikan merupakan gerakan positif dalam membiasakan masyarakat mengonsumsi ikan sedari dini. Terlebih, dalam tumbuh kembang anak dan meningkatkan kecerdasannya.

Sebenarnya gerakan ini untuk masyarakat luas. Tapi harapan kami agar konsumsi makan ikan dimulai sedari dini. Dalam artian mulai membiasakan dari anak,” ucapnya usai menghadiri acara ‘Safari Kampanye Gemarikan’, di SDN Tugu Utara 22, Koja, Jakut.

Ali menjelaskan, bahwa gerakan ini juga dapat meningkatkan nilai perekonomian keluarga, yakni dengan menjual makanan olahan ikan yang menarik dikonsumsi. Apalagi, Jakut termasuk wilayah pesisir yang mudah memperoleh ikan, baik melalui laut maupun pemberdayaan bibit.

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakut, Rita Nirmala menerangkan, Gemarikan akan disosialisasikan di enam kecamatan dan 31 kelurahan di Jakut. Sosialisasi diutamakan pada sejumlah siswa di berbagai sekolah.

“Hari ini ada 600 siswa, tahap pertama yang hadir dari tiga sekolah berbeda dari wilayah Kecamatan Koja. Kedepannya, akan terus dilakukan sosialisasi hingga 31 kelurahan di Jakarta Utara,” tutupnya. (deny/ys)