Friday, 20 September 2019

Terkait Dana Kemah, Ahmad Fanani Akan Diperiksa Senin Depan

Jumat, 26 Juli 2019 — 10:17 WIB
Mentan bendahara pemuda Muhammadiah Ahmad Fanani, mangkir jalani pemeriksaan. (dok)

Mentan bendahara pemuda Muhammadiah Ahmad Fanani, mangkir jalani pemeriksaan. (dok)

JAKARTA – Tersangka dugaan tindak pidana korupsi dana apel dan kemah pemuda Islam Indonesia, Ahmad Fanani, dijadwalkan menjalani pemeriksaan pekan depan.

Sebelumnya, penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ahmad Fanani, pada Senin (22/7/2019). Namun Fanani mangkir dari panggilan tersebut.

“Kita agendakan kembali pada Senin, 29 Juli 2019,” ujar Kasubdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (26/7/2019).

Ditanyai perihal ketidakhadiran Fanani dalam panggilan sebelumnya, Bhakti mengaku tidak mengetahui alasannya. Hal ini dikarenakan, baik Mantan Bendahara Pemuda Muhammadiyah itu, maupun kuasa hukumnya, tidak ada yang memberikan konfirmasi kepada penyidik.

Kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia diadakan dengan dana APBN Kemenpora tahun anggaran 2017, dan turut melibatkan GP Ansor serta PP Pemuda Muhammadiyah. Kasus ini pun telah ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh kepolisian. Sebab, ditemukan kerugian negara akibat kasus tersebut.

Bukti kerugian negara tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan saksi-saksi terkait kegiatan kemah Pemuda Islam Indonesia ini. Adapun saksi-saksi yang dimaksud, yakni Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar, Panitia Acara Dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia dari Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani, Ketua Kegiatan dari GP Ansor Safaruddin, dan Abdul Latif dari Kemenpora.

Dalam kasus tersebut, penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya baru menetapkan satu tersangka, yakni Ahmad Fanani. Penetapan tersangka terhadap mantan Bendahara Pemuda Muhammadiyah itu dilakukan pada 19 Juni 2019, setelah penyidik melakukan gelar perkara. (firda/mb)