Thursday, 22 August 2019

Menag Resmikan Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab Al-Azhar di UIA

Senin, 29 Juli 2019 — 14:11 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim  Saifuddin saat meresmikan Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA)  Al-Azhar,  di Universitas Islam As-Syafiiyah (UIA), Jl Jatiwaringin, Jakarta, Senin (29/7).(johara)

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat meresmikan Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) Al-Azhar, di Universitas Islam As-Syafiiyah (UIA), Jl Jatiwaringin, Jakarta, Senin (29/7).(johara)

JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim (Menag) Saifuddin meresmikan Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA)  Al-Azhar,  di Universitas Islam As-Syafiiyah (UIA), Jl Jatiwaringin, Jakarta, Senin (29/7/2019).

PUSIBA ini merupakan pertama didirikan Al-Azhar di dunia untuk mendidik Bahasa Arab untuk mahasiswa /mahasiswi yang akan kuliah di Al-Azhar, Mesir.

Dalam acara itu, hadir Deputi Grand Al-Azhar  Shaikh Saleh Abbas bersama delegasinya, hadir Ketua Yayasan UIA Prof Dr H Dailami Firdaus, Ketua Umum DPP Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) seluruh Indonesia Syifa Fauzia, Rektor UIA Masduki Ahmad.

Lukman dalam sambutannya mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Mesir, khususnya Perguruan Tinggi Al-Azhar yang telah memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk mendirikan PUSIBA yang pertama di dunia.

Menag mengatakan selama ini calon mahasiswa Indonesia yang akan belajar di Al-Azhar harus mengikuti pendidikan Bahasa Arab selama satu tahun di Mesir, sebelum kuliah di Al-Azhar.

Namun dengan adanya PUSIBA ini, menurut Lukman, calon mahasiswa dari Indonesia bisa belajar Bahasa Arab selama satu tahun di Tanah Air, dan setelah itu melanjutkan studinya di Al-Azhar.

Shaikh Saleh Abbas menjelaskan PUSIBA ini bisa dimanfaatkan mahasiswa Indonesia yang akan studi di Al-Azhar, termasuk juga para cara mahasiswa dari negara lain di kawasan Asia Tenggara.

“Ini adalah pusat pendidikan Bahasa Arab yang pertama didirikan Al-Azhar di dunia. Kami juga menempatkan tenaga pengajar dari Al-Azhar di PUSIBA ,” terang Saleh Abbas.

Sedangkan Dailami Firdaus mengatakan sekarang ini ada mahasiswa yang jumlahnya 328 orang,  setelah enam bulan belajar di PUSIBA mereka akan berangkat ke Al-Azhar pada bulan Desember nanti.

“Untuk belajar di PUSIBA melalui tes, seperti pendaftaran pertama ada 900 orang tapi yang lulus 528 orang, setelah itu diseleksi lagi dan yang lulus 328 orang, dan mereka ini yang akan belajar di Al-Azhar, Mesir,” Dailami menjelaskan. (johara/tri)