Saturday, 17 August 2019

Ini Cara Komunitas GFC Isi Masa Pensiun

Kamis, 1 Agustus 2019 — 19:13 WIB
Komunitas pensiunan GFC saat melakukan wisata kebersamaan di Curug Nangka, Bogor. (chotim)

Komunitas pensiunan GFC saat melakukan wisata kebersamaan di Curug Nangka, Bogor. (chotim)

BEKASI –  Siapa bilang masa pensiun itu tidak menyenangkan. Buktinya, komunitas pensiunan di Galaksi ini malah makin senang dengan masa saat ini, yang dinilai makin banyak waktu.

Adalah Komunitas GFC atau Galaksi Food City yang berisi para pensiunan di wilayah sekitar Galaksi, Bekasi Selatan. Komunitas ini unik, karena selain anggotanya yang sangat beragam latar belakang, juga memiliki kegiatan yang ehm.., menyenangkan!

“Ya, kami sangat menikmati kebersamaan ini. Saling bergaul tanpa pamrih, dan membantu tanpa pamrih,” kata Yuwono, satu pengurus GFC.

Menyenangkan memang, karena mereka bertemu di pagi hari untuk beroalhraga jalan kaki keliling kawasan Grand Galaksi Park. Atau juga bersepeda ke satu tempat. Karena pensiunan, hampir setiap pagi bisa bertemu.

Komunitas ini juga unik, karena mereka berasal dari latar belakang yang beragam. Ada yang pensiunan pegawai, pensiunan tentara, polisi dan juga pejabat. Ada juga yang pengusaha. Ya, unik, karena kebanyakan mereka sebelumnya bukanlah orang sembarangan.

Setelah mereka bertemu, maka jadilah komunitas yang unik pula. Seperti kemarin (Rabu 31/7) mereka melakukan wisata silaturahmi ke Curug Nangka, Bogor. Nyaris tanpa planing yang ribet, kemudian acara kemudian berjalan lancar.

“Alhamdulillah, kebersamaan ini sangat bermanfaat bagi kami,” kata Kuswantoro, anggota GFC yang juga Ketua Panitia Pelaksana.

Curug Nangka

Keceriaan ini dalam acara silaturahmi seperti ini sudah tampak saat awal perjalanan. Dalam bis mereka bernyanyi lagu-lagu lama. Dua bis kecil membawa 60 rombongan ke tempat tujuan di Curug Nangka.

“Kami hanya ingin bertemu, bersilaturahmi dan menikmati kebersamaan,” kata Kuswantoro.

Sesampai di lokasi, mereka lalu berjalan santai menuju curug berjarak 1,5 kilometer. Bagi yang  merasa tidak kuat dengan medan yang sedikit menanjak bisa bersantai di area taman bawah pohon.

Yang lebih penting selain menikmati alam adalah kebersamaan. Saling bercerita dan melepas kepedatan.

Di Curug, sebagian mereka melepas pakaian dan mandi di bawah air terjun. Sesekali berteriak, lalu tertawa.

Menurut Toro, kegiatan silaturahmi dengan wisata ini sudah beberapa kali dilakukan. Pernah ke Sukabumi, atau juga ke tempat lain dengan bersepeda. “Ya itu tadi. Kami menikmati kebersamaan ini,” katanya.

Dan uniknya lagi, setiap kegiatan selalu dilakukan di hari kerja. Lokasi wisatidak ramai, dan perjalanan juga tidak macet. “Setiap ada anggota yang sakit atau sulit, kita berusaha untuk bersama-sama membantu,” katanya.

Jadilah kini, jumlah anggota GFC sekitar 50 ini menjadi komunitas yang unik dan menarik. Mau wisata, ada yang bantu vila, ada yang bantu tranport, atau konsumsinya. “Kalau pun harus saweran, biasanya sangat minim. Karena masing-masing anggota berebut membantu,” katanya. (chotim/tri)