Saturday, 24 August 2019

Mega Tuntut Menteri Terbanyak PDIP Beri 3, Lainnya Cukup 1-1

Sabtu, 10 Agustus 2019 — 8:31 WIB
jatah menteri

MEMBENTUK Kabinet Kerja II Jokowi jadi pusing, sebab parpol pengusung minta banyak kursi menteri. Setelah PKB minta minimal 10 kursi, giliran Ketum PDIP Megawati minta kursi menteri terbanyak. Sebagai “petugas” partai, sulit Jokowi menolak. Tapi agar terbanyak sesuai tuntutan Megawati, kasih saja PDIP 3 menteri, lainnya 1-1. Sudah terbanyak, kan?

Parpol mendukung Capres ternyata bukan ingin Indonesia lebih baik, tapi yang penting ikut dapat kue kekuasaan, syukur-syukur dapat banyak kursi menteri. Maka setelah Ketum PKB Muhaimin Iskandar minta jatah minimal 10 kursi menteri –di luar jatah NU lagi–  kini Megawati Ketum PDIP menuntut Jokowi memberi kursi terbanyak untuk partainya. Beliaunya sudah siapkan 10 nama calon menteri ke Jokowi.

Presiden Jokowi sudah memberi lampu hijau untuk mengabulkannya. Sebagai partai pemenang Pemilu, sah-sah dan wajar saja Megawati minta seperti itu. Dan Jokowi yang statusnya hanya “petugas” partai yang ngepos di Istana, tentu saja tak bisa menolak. Sebagai orang timur, Jokowi tahu persis apa artinya balas budi.

Masalahnya, jumlah kursi menteri itu hanya 34. Jika PKB minta 10 kursi, Megawati juga minta 10 kursi, menteri profesional pilihan Jokowi tinggal berapa? Padahal justru menteri profesional ini yang akan menjadi kunci keberhasilan kabinetnya. Ada juga menteri parpol yang bagus, tapi kebanyakan tidak memuaskan.

Jika menteri parpol non PDIP, Jokowi masih berani mereshufelnya. Tapi jika yang berasal dari PDIP, biarpun “rapor merah” ya didiamkan saja. Buktinya, apa hasil kerja Menteri PMK Puan Maharani, meski banyak yang menyarankan diganti, tak berani juga Jokowi melakukan. Bahkan sekarang kabarnya malah mau dipromosikan jadi Ketua DPR.

Dulu berulang kali Jokowi berjanji akan membentuk zaken kabinet (kabinet ahli), hasilnya Jokowi harus tunduk pada realitas. Tak semua menteri pilihan dia, kebanyakan titipan yang dia tak mampu menolak. Hasilnya, selama 5 tahun Kabinet Kerja I, berulangkali reshufle kabinet.

Agar jangan lagi bongkar pasang menteri di Kabinet Kerja II, 75 persen menterinya harus dari kalangan profesional. Bagaimana dengan tuntutan Megawati? Dia kan minta menteri terbanyak, gampang itu! Kasih saja PDIP tiga menteri. Lainnya, Golkar, Nasdem, PKB, PPP, Hanura, dan pendatang baru Demokrat, Gerindra, kasih saja satu-satu.

Bagaimana jika PDIP tetap menuntut? Jawab saja “Kan sudah terbanyak dari partai lain.” Sisanya yang 24 pos kementrian diisi menteri yang benar-benar ahli di bidangnya. Asyik, kan? (Gunarso ts)