Saturday, 17 August 2019

Begini Paniknya Bapak Baru, Kepala Bayi yang Siap Lahir di Taksi Online Didorong Lagi

Minggu, 11 Agustus 2019 — 7:34 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SINGAPURA – Wani sama sekali tak mengharapkan melahirkan anaknya dalam situasi hiruk pikuk. Ia sejatinya berharap anaknya bisa lahir dalam suasana nyaman pada 9 Agustus, sesuai dengan Hari Nasional Singapura.

Tapi pada 7 Agutus, ia mulai merasakan kontraksi yang meningkat. bersama suami, ia memutuskan ke dokter kandungan. Ternyata, dokter menyarankan agar ia masuk ruang perawatan pukul 14.00 di hari itu juga.

Tak membawa surat-surat dokumen yang dibutuhkan, pasangan ini lantas kembali ke rumah. Apalagi memang waktunya masih cukup.

Namun sampai di rumah, Wanita tak mau balik ke rumah sakit. Pada akun pribadinya di Facebook , ia mengakui dirinya memang keras kepala.

“Aku termasuk dalam kategori keras. Aku ingin menjalani persalinan di rumah. Aku memutuskan ini karena memang sudah siap,” katanya.

Memasuki pukul 17:00, Wani tidak bisa lagi menahan sakitnya. Ia kemudian meminta Kamal, suami, untuk memesan taksi online untuk ke rumah sakit. Meski menahan kontraksi hebat, ia mencoba tetap tenang di dalam mobil.

Tiba-tiba, ia merasakan siap melahirkan. Padahal masih dalam perjalanan ke rumah sakit. Ia pun mengikuti insting alami tubuhnya dengan mendorong bayi dalam kandungannya.

Melihat itu, Kamal panik. Menggunakan tangan, ia menutup mulut istrinya yang terus mengerang menahan sakit. Ia menyuruh istrinya untuk bersabar, menunggu melahirkan di rumah sakit.

Tapi Wani tak sanggup lagi bertahan. Ia terus mengejan hingga air ketuban pun pecah. Selanjutnya adalah, kepala bayinya mulai nongol. Kamal yang panik kemudian mendorong kembali kepala bayi itu.

Wani yang sudah tak kuasa menaha bayinya langsung mengejan kuat, mendorong lebih keras anaknya untuk bisa keluar. Bayi perempuan itu pun lahir kedua. Ia disambut ayahnya. Anak itu kemudian diberi nama Mia.

“Saya katakan, suami saya adalah pahlawan bagi bayi kami, Mia. Dan sopir kami adalah pahlawan kami karena tetap toleran, sabar, dan memberi layanan terbaik,” katanya.

Selamat datang, bayi Mia! (yp)