Saturday, 17 August 2019

Hati-hati..Ada Uang Palsu Beredar di Pasar Tradisional

Selasa, 13 Agustus 2019 — 18:07 WIB
Sidnikat pengedar uang palsu di pasar tradisional ditangkap  tim Resmob Polres Metro Tangerang. (imam)

Sidnikat pengedar uang palsu di pasar tradisional ditangkap tim Resmob Polres Metro Tangerang. (imam)

TANGERANG – Masyarakat diminta waspada dan teliti terhadap peredaran uang palsu (Upal) saat melakukan transaksi jual-beli, khususnya di kawasan pasar tradisional. Sebab, Tim Resmob Polres Metro Tangerang belum lama ini membongkar sindikat pengedar Upal yang beraksi di Pasar Anyar, Kota Tangerang.

Belakangan terungkap, aksi jahat itu di dalangi sepasang suami-istri, Fransisco (54) dan Yatini (49). Selain menangkap keduanya, tim Resmob di pimpin AKP Awaluddin juga meringkus dua wanita paruh baya berinisial SP (50) dan NM (51). Mereka diketahui merupakan kaki kanan sang pengedar.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita uang palsu senilai Rp 40.850.000 dengan pecahan Rp100.000 sebanyak 129 lembar dan pecahan Rp 50.000 sebanyak 559 lembar. Kini pelaku berikut barang bukti diamankan di Mapolres Metro Tangerang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Akibat perbuatannya, komplotan ini dijerat dengan Pasal 245 KUHP dan UU Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang Rupiah. Ancaman pidana yakni 15 tahun kurungan penjara.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Abdul Karim menjelaskan, tingginya transaksi di pasar-pasar tradisional menjadi sasaran empuk komplotan ini. Mereka memanfaatkan kelengahan para pedagang sayuran di pasar tradisional untuk mengedarkan uang palsu.

“Target sasarannya di pasar dan lokasi keramaian masyarakat karena uang palsu tidak terlalu bisa teridentifikasi oleh masyarakat,” ujar Karim di aula Polres Metro Tangerang Kota, Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Selasa (13/8/2019).

Abdul menuturkan, uang palsu yang diedarkan pecahan 50 ribu sampai 100 ribu. Dalam penangkapan, wanita berinisial SP lebih dulu diamankan di Pasar Anyar pada 30 Juli 2019.

“Temuannya dari Pasar Anyar bahwa ada peredaran uang palsu pecahan 50 ribuan,” kata Wakil Direktur Khusus Polda Banten ini didampingi Kasat Reskrim AKBP Dicky Ario.

Kasus peredaran Upal ini kemudian dikembangkan anak buahnya. Alhasil, tim Resmob berhasil meringkus NM di kawasan Jatiuwung, Kota Tangerang pada 1 Agustus 2019. Wanita paruh baya ini diketahui sebagai pemasok uang palsu kepada SP.

Tak merasa puas, lanjut Karim, pihaknya kembali mengembangkan kasus tersebut dengan menangkap Yatini di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat ditangkap, Yatini diketahui tengah mengedarkan uang palsu di pasar tradisional tersebut.

Kapolres menyebut memperkirakan uang palsu bukan hanya beredar di pasar tradisional di Tangerang dan Jakarta saja. Bisa juga beredar di Bogor, Depok, dan Bekasi. (imam/yp)