Saturday, 17 August 2019

Polisi Persilakan Kriss Hatta Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 13 Agustus 2019 — 12:30 WIB
Kris Hatta diciduk anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (24/7/2019) pagi. (ilham)

Kris Hatta diciduk anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (24/7/2019) pagi. (ilham)

JAKARTA – Pencabutan laporan yang dilakukan oleh Anthony Hillenaar kepada Kriss Hatta masih dikaji oleh penyidik Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

“Pengajuan pencabutan laporan masih dievaluasi penyidik,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, saat dikonfirmasi, Selasa (13/8/2019).

Ia menjelaskan, kasus itu masih tetap berjalan dan artis FTV itu tetap belum diperkenankan keluar dari rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

Alasannya, kasus yang menyandung Kriss Hatta itu merupakan delik murni, sehingga proses hukum akan tetap berjalan meskipun kedua belah pihak telah berdamai.

“Kasus yang dilaporkan itu delik murni dan proses hukum terhadap tersangka tetap berjalan walaupun korban sudah memaafkan tersangka,” jelas Argo.

“Pengajuan pencabutan laporan itu juga menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan di sidang,” sambungnya.

(BacaBerdamai dengan Kriss Hatta, Anthony Cabut Laporan)

Apabila Kriss Hatta ingin keluar dari Rutan, Kriss dapat mengirimkan permohonan penangguhan penahanan. Meskipun penangguhan penahanan itu harus dikaji terlebih dahulu sebelum dikabulkan penyidik.

“Ada upaya keluar dari rutan Polda dengan cara mengajukan penangguhan penahanan. Tapi tetap harus dikaji penyidik permohonannya,” pungkas Argo.

(BacaLaporan Sudah Dicabut, Kriss Hatta Masih Huni Rutan)

Diketahui, Kriss ditangkap di sebuah indekos temannya di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019) pagi. Saat ditangkap, Kriss bersikap kooperatif. Usai dilakukan penangkapan, Kriss pun resmi ditahan hingga 20 hari kedepan.

Penetapan tersangka terhadap Kriss Hatta merupakan buntut dari laporan Antony Hillenaar ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penganiayaan. Laporan tersebut teregister dengan nomor laporan LP/2109/IV/2019/PMJ/Dit. Reskrimum tanggal 6 April 2019. (firda/ys)