Saturday, 17 August 2019

Servis Istri Muda Mantul Bikin Suami Makin Ngelunjak ke Istri Pertama (II)

Selasa, 13 Agustus 2019 — 16:16 WIB
poligami

Tadi pagi, kita udah lihat bagaimana nyebelinnya Pak Sat di sini Servis Istri Muda Mantul Bikin Suami Makin Ngelunjak ke Istri Pertama kan..

Nah sekarang kita lihat deh, sikap Bu Estu menerima diduakan begitu. Apalagi ada bayinya.

Sebetulnya hati Ny. Estuning hancur lebur bagaikan debu. Tapi mau bagaimana lagi, bayi mungil itu juga butuh kasih sayang seorang bapak.

Akhirnya dengan berat hati dia memberikan lampu ijo atas perkawinan kedua suaminya. Untuk menunjukkan ketegaran jiwanya, bayi itu malah digendong-gendong, seperti tak ada masalah. Padahal jika memperturutkan emosi, bayi itu dibanting pasti juga mecedel (keluar usus).

Tapi Satrio benar-benar tak tahu diri. Dikiranya istri ikhlas lillahita’ala, lain hari malah minta diberi izin resmi agar perkawinan sirinya bisa ditingkatkan ke KUA alias nikah resmi.

Awalnya Estuning menolak. Tapi setelah Satriyo menjamin bahwa poligami-nya takkan merugikan istri pertama, barulah dia mengizinkan dengan surat hitam putih bermeterai cukup.

Bedasarkan surat izin Estuningsih, program “wayuh bersyariah” Satriyo berjalan lancar. Celakanya, setelah nikah resmi dengan Nasiroh, lama-lama Satriyo tak pernah pulang ke bini pertama.

Dulu janjinya seminggu di istri muda, seminggu di istri tua. Prakteknya, berminggu-minggu di istri muda. Rupanya dalam urusan ranjang, istri mudanya itu benar-benar mantul habis, apalagi ranjangnya memang mentul-mentul.

Menyesal jadinya Estuning memberi ruang suaminya “wayuh bersyariah”. Ketimbang makan hati sepanjang waktu sampai ajal tiba, mending cerai sajalah. Estuning tak mampu membayangkan, di kala suami di seberang sana bermesra-mesraan dengan istri keduanya, dia di rumah kedinginan, hanya ditemani guling tanpa makna.

Mending tahu guling, buat sarapan bikin kenyang. (gunarso ts)