Tuesday, 20 August 2019

Film ‘Bali: Beats of Paradise’ Karya Livi Zheng Panen Apresiasi di AS

Kamis, 15 Agustus 2019 — 11:29 WIB
Livi Zheng. (ist)

Livi Zheng. (ist)

JAKARTA – Menjelang dirilisnya film bermuatan budaya dan wisata bertitel ‘Bali: Beats of Paradise’, sutradara sekaligus produser Livi Zheng (30) makin gencar memperkenalkan filmnya tersebut kepada publik.

Upaya itu bahkan sudah dilakukannya sejak setahun lalu, baik ke mancanegara seperti Amerika Serikat, Korea Selatan dan mendapat penghargaan.

Di dalam negeri sendiri, Livi yang juga aktris ini telah melakukan road show dengan mengunjungi dan memperkenalkan film ‘Bali: Beat of Paradise’ ke berbagai pejabat instansi, mulai ke Istana Negara, Kapolri, Kemenpar, Kemenpora, ke Gedung DPR/MPR dan ke pejabat daerah seperti Gubernur DKI, Bali, Jatim dan lainnya. Ia kemudian mendapat apresiasi karena berhasil membikin film bermuatan budaya asli Indonesia meliputi tarian, musik gamelan dan wisata dari Pulau Dewata.

“Film ini memang sudah saya bawa melanglang buana ke beberapa negara sebagai upaya mempromosikan budaya Indonesia, khususnya Bali. Di Los Angeles dan beberapa kota lainnya di Amerika Serikat, film ini disambut hangat. Mereka antusias nontonnya. Itu bikin saya semangat untuk lanjut ke negara lain seperti Korea. Di sini pun sama, sangat diminati,” ujar sineas asal Blitar yang kini bermukim di Los Angeles ini.

Livi mengaku tema gamelan Bali yang diangkatnya dalam film yang akan dirilis pada 22 Agustus ini, sangat menarik perhatian masyarakat dunia. Musik gamelan bahkan sudah menjadi ilustrasi musik film Avatar, TV seri Star Trek, Game Nintendo sampai NASA.

Film ‘Bali: Beats of Paradise’ juga akan didistribusikan oleh salah satu perusahaan online streaming terbesar di dunia yang berbasis di Beijing, China dengan 96,8 juta pelanggan. ‘Bali: Beat of Paradise’ juga tayang di Walt Disney Animation Studios. 

Bercerita tentang perjalanan dan perjuangan Nyoman Wenten dan sang istri, Nanik Wenten dalam mengajarkan dan memperkenalkan gamelan Bali di Amerika Serikat selama hampir 40 tahun. Nyoman Wenten juga sebagai dosen di University of California (UCLA) Los Angeles.

“Idealisme dan perjuangan maestro Nyoman Wenten menjadi inspirasi saya membikin film ini,” ungkap Livi yang juga membikin film Amazing Blitar.

Atas karyanya tersebut, Livi diganjar berbagai penghargaan dalam maupun luar negeri. Dari dalam negeri, Livi mendapat penghargaan Tourism Marketeers of The Year 2019 bidang pariwisata dan kebudayaan serta diganjar sebagai Ikon Pancasila oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Sedang dari luar negeri, Livi mendapat penghargaan Culture Ambassador Award Unforgettable Gala di Amerika Serikat, Pride of Southeast Asia Filipina. Unforgettable Gala adalah acara penghargaan tertua yang paling bergengsi di Amerika yang diberikan untuk tokoh-tokoh Asia.

Ke depan, Livi mengaku akan lebih bekerja keras, menyusul tantangan yang diberikan banyak pihak untuk menggarap film sejenis dari berbagai daerah di tanah air. Oleh Kemenpora Livi diminta untuk membikin film tentang silat. Sedang Gubernur Jawa Timur juga memintanya untuk memproduksi film berlatar keindahan alam dan budaya daerah Jatim.

“Saya sudah research ke beberapa daerah, mudah-mudahan saya terus sehat dan lancar dalam berkreasi,” tandas kreator yang juga mantan atlet karate ini. (ali/ys)