Tuesday, 20 August 2019

Formula E, Multi Manfaat?

Kamis, 15 Agustus 2019 — 6:52 WIB

JAKARTA pada 2020 dipastikan menjadi tuan rumah ajang balap mobil bertenaga listrik atau Formula E.  Permintaan Gubernur Anies Baswedan  meminta DPRD DKI Jakarta mengalokasikan dana untuk membiayai balap mobil ini telah disetujui.

Dewan menyepakati anggaran untuk perhelatan Formula E sebesar Rp360 miliar. Diharapkan dengan digelarnya balapan mobil listrik bertaraf internasional ini bisa mendapat feedback pendapatan bagi Jakarta.

Peta, penanda (signage), dan penunjuk jalan (wayfinding) berstandar internasional pun mulai dipasang.  Semua itu untuk memudahkan tamu asing bepergian di Jakarta.

Pemasangan peta, penanda, dan petunjuk jalan oleh Pemprov DKI Jakarta menggambarkan berbagai moda transportasi dan sistem integrasi JakLingko. Saat ini, baru dipasang 28 peta di halte bus non-bus rapid transit (BRT) di Jalan Jenderal Sudrman-MH Thamrin.

Kehadiran Formula E tentu banyak ditunggu masyarakat, bukan saja warga Jakarta tetapi mungkin se-antero Indonesia terutama penggemar balapan mobil.  Kita akan bisa menyaksikan secara langsung para jagoan balapan berpacu memenangkan lomba.

Apalagi Formula E kabarnya bisa menggeliatkan ekonomi warga. Bahkan Anies mengkalkulasi dengan modal  ratusan miliar untuk menjadi penyelenggara balapan mobil listrik, tetapi bisa menggerakkan ekonomi mencapai Rp1,2 triliun.

Angka ini diasumsikan antara lain dari 35 ribu penonton baik internasional dan domestik yang mengalir ke Jakarta akan menghasilkan transaksi ekonomi sekitar 1,6 juta euro atau Rp25 miliar baik di bidang industri, konsumsi, transportasi, maupun akomodasi.

Merujuk kalkulasi Anies tentu publik mensuport digelarnya Formula E di Jakarta. Selain hitungan ekonomi mendapatkan keuntungan yang sangat wow, balapan mobil listrik itu juga bisa menjadi ajang kampanye perlunya menggunakan kendaraan ramah lingkungan.

Kita tahu polusi udara di ibukota  saat ini sangat buruk alias tidak sehat. Berdasarkan survey Air Quality Index (AQI), Jakarta berada di angka 155. Artinya, kualitas udara di Jakarta unhealthy (tidak sehat).   Dan kota ini  menempati peringkat paling buruk  di dunia dengan kondisi udara tidak sehat.

Bukan itu saja, ajang Formula E juga bisa menjadi ajang promosi pariwisata tidak saja untuk Jakarta, tetapi juga obyek wisata di belahan  Indonesia.

Kini publik menunggu, benarkah Formula E menghadirkan multi manfaat? Biarlah waktu yang akan menjawab.  @*