Saturday, 24 August 2019

Liverpool Juara Piala Super Eropa

Kamis, 15 Agustus 2019 — 5:06 WIB
Pemain Liverpool, Sadio Mane usai mencetak gool. (reuters)

Pemain Liverpool, Sadio Mane usai mencetak gool. (reuters)

TURKI – Liverpool sukses meraih trofi Piala Super Eropa usai mengalahkan Chelsea lewat drama adu penalti 5-4 pasca bermain 2-2 selama 120 menit laga di Vodafone Park, Istanbul, Turki Kamis (15/8/2019) pagi WIB. Lima dari algojo yang dipersiapkan Liverpool sukses menjadi algojo dalam drama adu penalti, sementara di kubu Chelsea hanya Tammy Abraham yang gagal menyelesaikan tugasnya setelah tendangannya mampu dimuntahkan kiper lawan, Adrian.

Hasil ini sekaligus melengkapi kegagalan pelatih Chelsea, Frank Lampard di ajang Piala Super Eropa untuk ketiga kalinya, baik sebagai pemain maupun di bangku arsitek. Dua kegagalan sebelumnya pernah dialami Lampard semasa masih menjadi pemain Chelsea pada 2013 dan 2014 lalu.

Kali ini, kegagalan Lampard dialami di bangku kepelatihan Chelsea setelah anak-anak asuhnya sempat memberikan perlawanan sengit di Vodafone Park. Sementara bagi Liverpool ini menjadi trofi keempat mereka di Piala Super Eropa setelah 1977, 2001, dan 2005 silam.

Liverpool yang datang dengan modal kemenangan 4-1 atas Norwich City di Liga Primer Inggris, akhir pekan kemarin, langsung tampil menekan sejak awal laga. Sejumlah usaha dilakukan Mohamed Salah dan kolega untuk membuka keunggulan. Namun hingga 20 menit laga, usaha mereka mampu dipatahkan oleh sejumlah barisan pertahanan Chelsea.

Di sisi lain, Chelsea yang datang dengan amarah usai menyerah empat gol tanpa balas dari Manchester United (MU) di liga Inggris, akhir pekan kemarin, cenderung tampil menunggu.

Namun Chelsea justru mampu membuka keunggulan, lewat gol Olivier Giroud (36″). Memaksimalkan umpan terobosan Christian Pulisic, Giroud yang lepas dari jebakan off-side, mampu memperdaya kiper LiLiverpool:verpool, Adrian untuk membawa Chelsea unggul 1-0.

Jawara Liga Eropa UEFA musim lalu itu bahkan nyaris menggandakan keunggulan, jika saja gol Pulisic (40″), tidak di anulir wasit wanita asal Prancis, Stephanie Frappart. Berdasarkan tayangan video, keputusan Stephanie dianggap cukup tepat.

Pasalnya, Pulisic sudah lebih dulu berada dalam posisi off-side sebelum dirinya menerima umpan dari sisi sayap kanan lini pertahanan Liverpool. Merasa terancam, Liverpool yang datang dengan status juara Liga Champions musim lalu, ogah mendapat malu.

Namun, berbagai usaha yang dilakukan Salah dkk hanya sekadar menghasilkan peluang, tanpa gol. Di sisi lain, Chelsea berusaha menjaga keunggulan mereka di penghujung babak pertama. Hasilnya, skor 1-0 untuk keunggulan Chelsea, bertahan hingga turun minum.

Tiga menit setelah kick-off babak kedua dimulai, Liverpool akhirnya bisa menyamakan kedudukan, berkat gol Sadio Mane setelah sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang Chelsea, kawalan Kepa Arrizabalaga. Skor 1-1, semakin menambah sengit jalannya pertandingan.

Meski mendominasi permainan, Liverpool kerap kesulitan menjebol gawang Chelsea. Sebaliknya, Chelsea yang cenderung mengandalkan serangan balik, beberapa kali memberi ancaman. Namun hingga menit ke-80, kedua tim masih sama kuat.

Pasukan Frank Lampard lagi-lagi harus berbenturan dengan keputusan tegas Stephanie, sebagai pengadil lapangan. Kali ini giliran gol Mason Mount yang dianulir Stephanie di menit ke-83. Wasit berusia 35 itu meniup peluit tanda off-side kepada Mount setelah dirinya melepas tembakan dari luar kotak penalti yang menembus jala Adrian.

Walhasil, kedudukan sama kuat 1-1 di antara kedua tim, tidak berubah hingga 90+2 menit laga. Pertandingan pun terpaksa dilanjutkan dengan babak tambahan waktu 2×15 menit untuk menentukan pemenang.

Babak tambahan waktu

Liverpool berbalik unggul lewat gol Mane {95″), usai memanfaatkan umpan Roberto Firmino, seraya mengubah papan skor menjadi 2-1.

Tidak berselang lama, Stephanie kembali menjadi sorotan saat memberikan hadiah penalti kepada Chelsea setelah Tammy Abraham dijatuhkan Adrian di kotak terlarang. Namun kali ini, ia membutuhkan VAR (sistem video asisten wasit) untuk meyakinkan keputusannya. Jorginho yang ditunjuk sebagai eksekutor, sukses menjebol gawang Adrian (101″), seraya mengubah papan skor menjadi 2-2 hingga usai babak pertama tambahan waktu.

Di babak kedua tambahan waktu, kedua tim sama-sama tampil lebih berhati-hati. Situasi itu dimanfaatkan Chelsea yang diperkuat skuad muda untuk tampil lebih agresif. Sedangkan Liverpool mulai mengendurkan serangan setelah kehabisan banyak tenaga.

Walhasil, skor 2-2 tidak berubah hingga 15 menit tambahan waktu kedua. Pemenang di laga ini pun harus ditentukan lewat drama adu penalti.

Liverpool yang ditunjuk sebagai penendatang pertama akhirnya siukses mengalahkan Chelsea dengan skor 5-4 di babak tos-tosan. (junius/win)

Susunan Pemain:

Liverpool (4-3-3): Adrian (g); Joseph Gomez, Joel Matip, Virgil van Dijk, Andrew Robertson (Trent Alexander-Arnold/91″); Jordan Henderson, Fabinho, James Milner (Georginio Wijnaldum/64″); Mohamed Salah, Sadio Mane (Divock Origi/103″), Alex Oxlade-Chamberlain (Roberto Firmino/46″).
Pelatih: Jurgen Klopp.

Chelsea (4-3-3): Kepa Arrizabalaga (g); Cesar Azpilicueta, Andreas Christensen (Fikayo Tomori/85″), Kurt Zouma, Emerson; N’Golo Kante, Jorginho, Mateo Kovacic (Ross Barkley/101″); Pedro Rodriguez, Olivier Giroud (Tammy Abraham/74″), Christian Pulisic (Mason Mount/74″).
Pelatih: Frank Lampard.

Adu penalti

Liverpool: Roberto Firmino (gol), Fabinho (gol), Divock Origi (gol), Trent Alexander-Arnold (gol), Mohamed Salah (gol).
Chelsea: Jorginho (gol), Ross Barkley (gol), Mason Mount (gol), Emerson (gol), Tammy Abraham (tidak gol).