Saturday, 24 August 2019

Memburu Sehat Setelah Sakit

Kamis, 15 Agustus 2019 — 7:47 WIB
SENTILAN-PAK-SUS

PERNAH melihat orang megantre seperti mau beli atau ada pembagian sembako, di satu ruko?  Terutama ibu-ibu, yang rata-rata berumur lima puluh tahun ke atas. Lalu apa yang mereka antre? O, ternyata mengantre giliran berobat!

Apa sakit Ibu? ”Wah, macam-macam, sakit  tulang, kaki sulit digerakan. Kepala pusing terus muter, darah tinggi, darah rendah, gula, kolestrol,dan banyak lagi penyakit luar dalam! Pokoknya saya datang ke sini bersama ibu-ibu yang lain, katanya di sini bisa menyembuhkan segala penyakit.”

“Ibu coba kesini,siapa tahu jodoh. Habis udah berobat kemana-mana, tapi belum sembuh juga. Siapa tahu di sini  bisa bae!” kata ibu lainnya.

Ya, kita memang nggak mau membahas mengapa ada satu tempat berobat alternatif yang konon katanya bisa mengobati dan menyembuhkan segala penyakit.  Silakan saja. Tapi yang menarik adalah bagaimana para ibu,yang juga berpakaian rapi seragam pula, sebegitu seriusnya memburu sehat bagi raganya.” Pokoknya kalau belum sembuh Ibu terus mau berobat sampai kapan pun, nggak mau tersiksa terus!”

Pada intinya betapa sehat itu sangatlah berharga banget bagi manusia. Ini nasihat bahwa ketika sedang sehat,seharusnya manusia bersyukur dengan menggunakan kesehatannya itu untuk mengerjakan hal-hal yang baik.

Jadi janganlah badan sehat, malah dibikin sakit, misalnya nenggak miras, narkoba, bahkan ada yang nggak masuk akal, sepeti anak ABG pada mengisap lem. Ini pasti ada efek samping yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Barangkali kewajiban dan tugas orang tua, pendidik agar anak-anaknya yang hanya karena gaya-gayaan, lalu terjerumus. Para penanggungjawab kesehatan dan pekerja medislah harus turun tangan, kasih tahu, bahwa itu sangat bahaya.

Ingat Tong, masa depan kalian masih panjang, jangan  sakiti diri. Obat mahal, lihat pemerintah mulai kelimpungan, rumah sakit kekurangan obat.

Ya, jadinya, banyak masyarakat yang berobat kemana-mana. Syukur kalau ada yang gratis? (massoes)