Saturday, 17 August 2019

Pembekalan PKB Kejuangan

Wapres Jusuf Kalla: Hampir Semua Masalah Sulit Butuhkan TNI-Polri,

Kamis, 15 Agustus 2019 — 4:00 WIB
Wapres JK membuka Pembekalan awal PKB Kejuangan Tahun 2019, di Seskoal, Rabu (14/8/2019).

Wapres JK membuka Pembekalan awal PKB Kejuangan Tahun 2019, di Seskoal, Rabu (14/8/2019).

JAKARTA — Wakil Presiden HM Jusuf Kalla secara resmi membuka Pembekalan awal Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan Tahun 2019, di Auditorium Jos Soedarso Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

Pembekalan ini diikuti sebanyak 1.024 yang terdiri dari Perwira Siswa/Peserta Didik yang terdiri dari 152 Perwira Siswa Sesko TNI, 62 Peserta Didik Sespimti Polri, 308 Pasis Dikreg Sesko TNI AD, 150 Pasis Sesko TNI AL, 132 Pasis Dikreg Sesko TNI AU  dan 220 Pasis Sespimmen Polri, 30 orang Pasca Sarjana  dan tamu undangan VIP, para Pejabat/Dosen/ Patun, Peneliti/Pemerhati/ LSM TNI-Polri.

Wapres JK berfoto bersama di Seskoal,

Wapres JK berfoto bersama di Seskoal, Rabu (14/8/2019).

Pembekalan ini merupakan puncak kegiatan pendidikan yang dilaksanakan menjelang akhir pendidikan berupa seminar yang saat ini pemangku hajat adalah Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) yang dipimpin Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Dr Amarulla Octavian,  dengan melibatkan Pasis Sesko TNI, Sesko Angkatan, dan Pasis Sespimti maupun Sespimen Polri dengan mengangkat tema “Profesionalitas TNI-Polri Menjamin Pembangunan Nasional Aman”.

Wapres Jusuf Kalla saat memberikan pembekalan menyampaikan bahwa suatu negara mempunyai tujuan walaupun sederhana, dengan bekerja keras untuk mewujudkannya menjadi negara makmur dan adil.

Namun demikian, lanjut Wapres, untuk mewujudkan hal tersebut pasti mempunyai implikasi perjuangan, usaha keras dan upaya secara bersama-sama guna mewujudkan negara yang makmur dan adil. Dalam upaya itulah maka dibutuhkan berbagai syarat antara lain stabilitas politik dan keamanan dalam negeri serta kesiapan untuk membela negara.

Lebih lanjut disampaikan Wapres, saat ini hampir semua masalah-masalah sulit membutuhkan upaya daripada TNI Polri, masalah keamanan dan ketertiban tentu TNI Polri bersama sama untuk menyelesaikan sisa-sisa masalah yang masih ada seperti radikalisme di Poso, Papua, dan beberapa tempat lain, penderitaan rakyat akibat bencana.

“Kebakaran hutan juga TNI Polri. Jadi TNI Polri bukan hanya menjaga pertahanan dan keamanan bangsa tapi juga mengatasi masalah-masalah bangsa yang menjadi masalah kepada masyarakat,” katanya.

Tidak ada Negara yang maju tanpa kemanan dan ketertiban yang baik. Semua negara yang maju butuh kemanan dan ketertiban, untuk itulah profesionalisme TNI Polri menjadi bagian daripada menjaga keutuhan negeri ini.

Turut hadir  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,  Wakasal  Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito,  Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia,  Wadansesko TNI Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang,  Kabaintelkam Polri Komjen Pol.Drs. Agung Budi Maryoto,  Kasespim Polri Irjen Pol. Drs. Bambang Waskito, Danseskoad Mayjen TNI Kurnia Dewantara, Danseskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian,  serta Danseskoau Marsda TNI Donny Ermawan T., M.D.S, Prof Munir Mulkhan dari Muhammadiyah, Bapak Hendardi dari Setara, Ibu Poengky Indarti dari Kompolnas, Bapak Neta Pane dari IPW, Bapak Adin Sekjen KNPI dan dengan menghadirkan  panelis Prof. Dr. Mahfud M.D dan  Prof. Dr. J. Kristiadi. (*/win)