Sunday, 22 September 2019

Berdalih HAM, MUI Nilai Semangat Persaudaraan Mengikis

Minggu, 18 Agustus 2019 — 8:44 WIB
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi.

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) prihatin melihat kondisi bangsa saat ini, mulai terjadi keretakan dan memudarnya semangat nasionalisme, patriotisme dan persaudaraan di antara warga bangsa.

“Hal tersebut ditandai dengan menguatnya sikap individualisme dan perilaku eksklusivisme kelompok yang mengusung tema primordialisme, sikap permisif masyarakat terhadap paham radikal yang menentang lambang dan simbol negara dengan dalih agama, dan merasuknya paham liberalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, Sabtu (17/9/2019).

Menurut Zainut, dengan dalih kebebasan berdemokrasi dan hak asasi manusia (HAM). Semuanya itu merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Ia menegaskan MUI juga menengarai saat ini mulai terjadi gejala mengikisnya nilai-nilai budaya bangsa. Hal tersebut ditandai dengan semakin lemahnya ikatan sosial antarmasyarakat, longgarnya nilai etika, hukum dan agama, sehingga banyak melahirkan penyimpangan perilaku sosial di masyarakat.

Seperti perilaku sadisme, penyalahgunaan narkoba, penyebaran hoaks, fitnah, ujaran kebencian, korupsi dan perilaku menyimpang lainnya. Baik yang dilakukan secara individu, institusi maupun yang terorganisasi. Semuanya itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Sebab itu, lanjut Zainut, MUI mengajak seluruh komponen bangsa untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan mengokohkan konsensus nasional bahwa NKRI yang berdasarkan Pancasila adalah bentuk final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kemerdekaan Indonesia dicapai atas ikhtiar bersama seluruh rakyat Indonesia yang berkehendak untuk hidup bebas merdeka dari segala bentuk penindasan dan penjajahan. Sehingga kemerdekaan harus dapat dinikmati dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” terang dia.

Zainut menambahkan kemerdekaan Indonesia harus dapat menyatukan keanekaragaman budaya, bahasa, etnis, suku, ras, golongan, dan agama, karena kebhinnekaan merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus terus dipelihara dan dijaga dengan semangat persaudaraan dalam bingkai NKRI.

MUI mendorong kepada pemerintah untuk terus melakukan ikhtiar untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan bernegara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

MUI mengajak semua pihak untuk kembali kepada semangat perjanjian luhur bangsa Indonesia yang telah meletakkan dasar-dasar berdirinya NKRI yaitu Pancasila, UUD Negara RI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, agar bangsa Indonesia selamat dan terhindar dari bahaya perpecahan dan tetap berdiri tegak hingga akhir zaman. (johara/yp)

Terbaru

Ratusan sopir dan ojek online geruduk mall di Jakarta Selatan.(adji)
Minggu, 22/09/2019 — 11:07 WIB
Dipicu Pemukulan oleh Security
Ratusan Sopir Taksi dan Ojek Online Geruduk Mall di Jalan Casablanca
Muazin Ahmad Bin Saad, meninggal usai azan Isya di Masjid Annur Felda Teloi Timur, Malaysia.(facebook)
Minggu, 22/09/2019 — 10:06 WIB
Muazin ini Meninggal Usai Kumandangkan Azan Isya