Sunday, 15 September 2019

Rangkai Replika Burung Garuda Pecahkan Rekor Dunia

Libur Kemerdekaan, 42 Ribu Warga Serbu TMII

Minggu, 18 Agustus 2019 — 19:57 WIB
Salah satu kegiatan di TMII dalam perayaan HUT RI ke-74. (Ifand)

Salah satu kegiatan di TMII dalam perayaan HUT RI ke-74. (Ifand)

JAKARTA – Libur Hari Kemerdekaan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, masih menjadi destinasi wisata favorit warga. Tercatat, 42 ribu warga mendatangi rekreasi budaya itu sejak Sabtu (17/8/2019) kemarin, hingga Minggu (18/8/2019), sekaligus untuk merayakan HUT ke-74 RI.

Berbagai kegiatan pun disiapkan pihak pengelola untuk memanjakan pengunjung. Mulai dari panjat pinang massal, lomba band, hingga peluncuran lambang Garuda Pancasila terbesar. Dan yang menghebohkan, Museum Rekor Indonesia (MURI) pun menobatkan lambang Garuda Pancasila yang menggunakan kacang tanah itu menjadi yang terbesar dan pernah ada.

Direktur Umum TMII, Taufik Sukasah mengatakan, pihaknya sangat bersyukur tempat rekreasi budaya ini masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga. “Dari data yang kami dapat, pada 17 Agustus kemarin ada 20 ribu warga dan hari ini, 22 ribu kembali mendatangi TMII,” katanya, Minggu (18/8/2019).

Pecahkan Rekor Dunia

Dalam perayaan HUT ke-74 RI itu, kata Taufik, pihaknya juga menyiapkan replika Garuda Pancasila yang terbuat dari butiran kacang tanah setinggi 17 meter. Untuk membuat itu, 45 seniman diterjunkan untuk memecahkan rekor dunia.

“Pembuatan replika Garuda Pancasila itu sendiri membutuhkan waktu selama 8 hari sejak Jumat (9/8/2019) lalu,” terangnya.

Kegiatan lain yang juga disiapkan untuk pengunjung, kata Taufik, adalah festival band yang sengaja disiapkan untuk generasi muda. Pasalnya, 29 grup band yang diisi anak-anak muda itu menampilkan karya terbaiknya.

“Namun dalam setiap pertunjukan, kami minta mereka untuk menyanyikan lagu daerah dan berikutnya baru lagu andalan mereka,” ungkapnya.

Dari semua kegiatan yang ditampilkan, sambung Taufik, TMII akan terus menjadi tempat pelestari budaya. Hal itu sesuai dengan tujuan utamanya yang akan terus menjaga pelestarian kebudayaan Indonesia.

“TMII sebagai pelestari budaya terus mendukung upaya pemerintah dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah,” pungkasnya. (ifand/ys)