Friday, 20 September 2019

Warga Keluhkan Kawasan Kemang yang Kian Semrawut

Minggu, 18 Agustus 2019 — 9:42 WIB
Kondisi Kawasan Kemang yang terlihat kumuh dan semrawut. (wandi)

Kondisi Kawasan Kemang yang terlihat kumuh dan semrawut. (wandi)

JAKARTA –  Kesemrawutan di kawasan Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan di keluhkan warga.

Sebab selain ada pembangunan trotoar, ada juga  perbaikan jalan sehingga banyak matrial yang berceceran dimana-mana.

Seperti diungkapkan oleh Afandi (45), kawasan Kemang terkenal sebagaimana salah satu destinasi wisata kuliner dan hiburan. Sehingga di wilayah tersebut tidak pernah sepi dari lalulang warga baik pejalan kaki, pengendara roda dua maupun empat.

“Memang saat ini di Kemang, beragam penataan dihadirkan, tapi  justru membuat kawasan terlihat kumuh dan kusam.  Salah satu contoh Jalan Kemang Selatan hingga Jalan Kemang Raya. Ratusan meter trotoar interaktif, diarea pembangunan tidak tertutup pagar seng sebagai pengaman, sejumlah material seperti pasir dan separator beton jalan terlihat berserak di sepanjang trotoar hingga tercecer ke sisi jalan dan membuat rawan kecelakaan,” kata Afandi.

Trotoar pun dibangun secara bersamaan tanpa jeda sepanjang lebih dari sekitar 1,8 kilometer, mulai dari Simpang Jalan Benda hingga Simpang Jalan Kemang VI. Akibatnya, pejalan kaki turun ke jalan menghindari proyek pembangunan.

jalan

Begitu pulang di sepanjang Jalan Kemang Raya hingga Simpang MC Donald, pada lokasi tersebut, trotoar dan sisi jalan terlihat telah dihancurkan, proyek berdampingan dengan galian pemasangan utilitas milik Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta.

“Parahnya lagi sejumlah kabel listrik semrawut terlihat di sepanjang Jalan Kemang Selatan. Bahkan sejumlah kabel terlihat menjuntai, tepatnya di depan KFC Kemang hingga setinggi 1,5 meter dari trotoar. Kami berharap ini menjadi perhatian untuk melakukan penataan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Rakim mengatakan memang saat ini di kawasan Kemang masih dalam tahapan pengerjaan.

Dalam penataan ini pihaknya memang sudah berkoordinadi dengan intansi terkait dengan tujuan kedepan Kemang akan semakin membaik.

“Memang saat ini selain ada pembangunan trotoar kami juga memperbaiki jalan, ini kami lakukan karena kondisi jalan yang bergelombang, beda tinggi hingga akan dibangun ulang pihaknya, tanpa menunggu penyelesaian pembangunan trotoar.  Kami juga sudah berkoordinasi dengan intansi terkait untuk melakukan penataan, ” terang Rakim.

Memang dalm pembangunan ini pihaknya melakukan berbagai pertimbangan, yakni permukaan jalan agar memiliki ketinggian sepadan dengan trotoar serta mempermudah pemasangan gutter atau saluran di antara jalan dengan mulut air menuju saluran.

“Kenapa trotoarnya belum dikerjakan dan kita kebut perbaikan jalannya dulu, ya walaupun terpisah, tapi kita dahulukan jalan supaya jangan sampai nunggu trotoar jadi, kalau trotoarnya jadi Desember, itu sudah akhir anggaran. Jadi kita bentuk duluan elevasinya, nanti penempatan gutter sama mulut air itu mengikuti permukaan terendah jalan pada kiri atau kanan, tergantung kondisi jalan, belok atau normal,” tutupnya. (wandi/tri)