Friday, 20 September 2019

Modus Baru, Sabu Disimpan Dalam Kemasan Abon

Senin, 19 Agustus 2019 — 15:33 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (tengah) saat konferensi pers, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2019). (firda)

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (tengah) saat konferensi pers, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2019). (firda)

JAKARTA – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, adanya modus baru dalam peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Jakarta. Yakni, dengan menyimpan sabu di dalam bungkus abon.

“Ini kemasan baru, seolah-olah abon ikan tuna padahal isinya sabu. Ini hanya kemasan saja tapi di dalamnya berisi sabu,” ujar Gatot saat menunjukkan barang bukti sabu di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2019).

Dua tersangka telah berhasil dibekuk oleh Polres Metro Jakarta Barat atas peredaran sabu dalam bungkus abon tersebut. Sebanyak lima kemasan abon turut diamankan sebagai barang bukti.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz menjelaskan, penangkapan terhadap pengedar sabu itu dilakukan oleh Polsek Kalideres. “Terkait bungkus abon itu baru ditangkap dua atau tiga hari lalu oleh Polsek Kalideres,” tutur Erick.

Namun, ia masih enggan menjelaskan lebih detail perihal kasus peredaran sabu dalam kemasan abon tersebut. Alasannya, pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

Ia hanya menyebutkan kalau sebabyak tiga kilogram sabu berhasil diamankan.   “Itu paket lokal, yang abon tuna itu paket lokal bukan paket dari luar. Jadi, dipastikan packaging-nya bukan di luar negeri, tapi di Indonesia,” tandas Erick. (firda/mb)